Samarinda (Humas) - Dalam upaya
memperkuat tata kelola pendidikan serta meningkatkan kualitas pembelajaran di
madrasah, MA Hayfa Islamic Boarding School (IBS) Samarinda menyelenggarakan
Workshop Review Dokumen 1 dan 2 serta Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta
(KBC) Tahun Pelajaran 2026/2027 dan SLCC, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di MA Hayfa IBS Samarinda tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H., Pengawas Madrasah Imran, M.Pd., Kepala Yayasan Hayfa Islamic Boarding School Ahsanur Ahmad, Lc., M.A., Kepala MA Hayfa IBS Samarinda Alfiansyah, S.H., M.A., narasumber M. Yahya, M.Kom., serta seluruh guru dan tenaga kependidikan MA Hayfa IBS Samarinda.
Dalam sambutannya, Kepala Yayasan
Ahsanur Ahmad menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta
dukungan yang diberikan Kementerian Agama Kota Samarinda terhadap perkembangan
MA Hayfa IBS yang masih tergolong madrasah baru.
“Terima kasih atas perhatian
Kementerian Agama Kota Samarinda kepada MA Hayfa. Semoga dukungan yang
diberikan dapat menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang sehingga MA
Hayfa mampu menjadi boarding school yang melahirkan tokoh-tokoh hebat dan berkontribusi
bagi masyarakat di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor
Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H., mengungkapkan rasa
syukur dan kebahagiaannya dapat hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, sistem pendidikan berbasis boarding school memiliki peran penting
dalam membangun karakter peserta didik sekaligus membentuk generasi yang
berakhlak dan berdaya saing.
Nasrun menegaskan bahwa review
dokumen madrasah merupakan langkah strategis yang sangat penting karena menjadi
landasan dan pedoman dalam pelaksanaan pendidikan serta pengembangan madrasah
ke depan. Sebagai madrasah yang masih berkembang, MA Hayfa diharapkan mampu
membangun identitas dan keunggulan tersendiri yang menjadi daya tarik bagi
masyarakat.
“Madrasah harus memiliki branding
yang kuat melalui program-program unggulan maupun kegiatan ekstrakurikuler yang
mampu membedakannya dengan lembaga pendidikan lainnya. Hal ini penting untuk
meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Nasrun menyampaikan
bahwa keberhasilan sebuah madrasah tidak dapat dicapai tanpa sinergi yang baik
antara yayasan, pengelola madrasah, dan komite. Ketiga unsur tersebut harus
berjalan seiring dalam mendukung kemajuan lembaga pendidikan.
Ia juga menekankan pentingnya
penanaman soft skill kepada peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan
masa depan. Menurutnya, dokumen perencanaan dan kurikulum yang direview dalam
workshop ini akan menjadi panduan dalam menciptakan proses pembelajaran yang
berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Selain itu, Nasrun mengingatkan
seluruh pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi diri di tengah
perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
“Jangan sampai kita kalah dengan
anak-anak kita dalam menghadapi perkembangan teknologi. Guru harus terus
belajar dan beradaptasi agar mampu memberikan pembelajaran yang relevan dengan
kebutuhan zaman,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala
Kantor Kemenag Kota Samarinda juga menekankan pentingnya membangun budaya taat
regulasi serta menjaga komunikasi yang harmonis antara pihak yayasan, guru, dan
tenaga kependidikan. Dukungan, motivasi, dan kolaborasi yang kuat diyakini
menjadi kunci dalam mewujudkan madrasah yang unggul.
Melalui kegiatan workshop ini,
diharapkan seluruh dokumen perencanaan dan implementasi kurikulum di MA Hayfa
IBS Samarinda dapat tersusun dengan lebih baik serta menjadi pedoman dalam
meningkatkan mutu layanan pendidikan. Kementerian Agama Kota Samarinda berharap
MA Hayfa IBS terus berkembang menjadi madrasah yang unggul, berprestasi, dan
mampu mencetak generasi yang berkarakter serta siap menghadapi tantangan masa
depan. (llj/dna)
