Samarinda (Humas) - Kelompok
Kerja Kepala Madrasah (KKMA) Kota Samarinda menyelenggarakan Workshop Pembuatan
Dokumen Madrasah yang meliputi Rencana Kerja Tahunan (RKT), Rencana Kerja dan
Anggaran Madrasah (RKAM), Kurikulum Madrasah (KM), Program Kokurikuler, Rencana
Pembelajaran Berbasis Rapor Pendidikan, Pembelajaran Mendalam, serta Kurikulum
Berbasis Cinta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (4/2) bertempat di Laboratorium
Keagamaan MAN 2 Samarinda.
Workshop ini digelar sebagai upaya menyediakan wadah bersama bagi seluruh madrasah di Kota Samarinda agar memiliki dokumen perencanaan dan pembelajaran yang selaras, meskipun setiap madrasah memiliki kondisi dan karakteristik yang berbeda. Melalui kegiatan ini, seluruh dokumen disusun dan disesuaikan dengan berbagai pembaruan agar selaras dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 153 Tahun 2025, sehingga terjadi perbaikan mutu dokumen secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala
Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur,
H. Sabransyah, S.IP., M.HI, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kota
Samarinda, Edy Soltami, S.Ag., M.AP, Pengawas Madrasah Siti Djulaikah, Ketua
KKMA Kota Samarinda Sapini, M.Pd, serta para Kepala Madrasah, Wakil Kepala
Bidang Kurikulum, dan operator RDM (Rapor Digital Madrasah). Jumlah peserta
yang mengikuti workshop ini kurang lebih 50 orang.
Dalam sambutannya, Ketua KKMA
Kota Samarinda menyampaikan harapannya agar melalui workshop ini, KKMA dapat
menghasilkan dokumen madrasah yang seragam, mulai dari RKT, RKAM, KM, hingga
program kokurikuler dan rencana pembelajaran berbasis Rapor Pendidikan. Dokumen
tersebut diharapkan selaras dengan Kurikulum Merdeka yang di dalamnya memuat
konsep Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta, sehingga seluruh
madrasah memiliki acuan yang sama sesuai dengan KMA 153 Tahun 2025.
Sementara itu, Kepala Bidang
Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa
jumlah madrasah negeri di Kalimantan Timur saat ini hanya berjumlah 11
madrasah. Oleh karena itu, Kementerian Agama, mulai dari tingkat pusat, kanwil
hingga kabupaten/kota, terus berupaya memberikan pelayanan yang semakin baik
bagi seluruh madrasah. Kanwil juga telah melakukan pemetaan sarana dan
prasarana madrasah se-Kalimantan Timur yang melibatkan 567 kepala madrasah
sebagai dasar perencanaan peningkatan mutu.
Lebih lanjut disampaikan bahwa
Kanwil Kemenag Kalimantan Timur saat ini juga berupaya membentuk Musyawarah
Guru Mata Pelajaran (MGMP) sebagai ruang kolaborasi guru untuk saling berbagi
pengetahuan, pengalaman, serta solusi atas berbagai tantangan pembelajaran.
Madrasah dinilai akan semakin maju apabila sekitar 93 persen madrasah swasta
mampu menyesuaikan kualitas mutu setara dengan madrasah negeri, sehingga tidak
terjadi kesenjangan mutu antar madrasah.
Sebagai bagian dari upaya
peningkatan kualitas tersebut, Kanwil Kemenag Kalimantan Timur juga menjalin
kerja sama dengan FMIPA Universitas Mulawarman. Melalui kerja sama ini, peserta
didik madrasah dapat berkunjung langsung ke FMIPA untuk meningkatkan literasi
sains, baik bagi siswa maupun guru mata pelajaran MIPA.
Melalui workshop ini, diharapkan
seluruh madrasah di Kota Samarinda mampu memiliki dokumen perencanaan dan
pembelajaran yang berkualitas, terstandar, dan selaras dengan kebijakan
terbaru, sehingga berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan pendidikan
madrasah secara menyeluruh. (AR/DNA)
