Samarinda (Humas) - Kegiatan Wisuda Qur’an SDIT Cordova Samarinda Tahun Ajaran 2025–2026 yang diselenggarakan pada Minggu (17/5) di Aula Cordova Samarinda berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan. Pengawas PAI, Ibu Hildayani, S.Pd.I., turut hadir dalam kegiatan tersebut selaku perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Samarinda. Kehadiran ini menjadi bentuk dukungan nyata Kemenag terhadap upaya lembaga pendidikan dalam mencetak generasi yang cinta dan dekat dengan Al-Qur’an sejak usia dini..
Kegiatan yang berlangsung dari
pukul 08.00 hingga 12.15 WITA ini dikemas secara khidmat dan penuh makna.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan prosesi
kirab wisuda yang menampilkan para siswa dengan penuh percaya diri. Suasana
semakin haru saat memasuki sesi sambutan-sambutan yang menekankan pentingnya
pendidikan Al-Qur’an sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi
muda yang berakhlak mulia.
Puncak acara diisi dengan prosesi
Khotmul Qur’an dan Imtihan Tahsin Tahfidz, yang menjadi momen pembuktian
kemampuan siswa dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Tidak hanya itu, panitia juga memberikan penghargaan kepada siswa-siswi terbaik
dalam bidang tahsin dan tahfidz sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan
dedikasi mereka selama proses pembelajaran.
Selanjutnya, prosesi wisuda
dilaksanakan dengan penuh khidmat, menjadi simbol keberhasilan para siswa dalam
menempuh tahapan pembelajaran Al-Qur’an. Tangis haru dan rasa bangga terpancar
dari wajah para orang tua saat menyaksikan anak-anak mereka menerima
penghargaan atas capaian tersebut. Acara kemudian ditutup dengan doa sebagai
ungkapan syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut,
disampaikan apresiasi kepada SDIT Cordova Samarinda atas komitmen dan
konsistensinya dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada peserta didik.
Wisuda tahfidz ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, namun juga merupakan
wujud nyata keberhasilan pendidikan berbasis nilai keislaman dalam mencetak
generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal, tetapi juga
memahami serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan
para wisudawan dan wisudawati dapat terus menjaga hafalan, meningkatkan
kualitas bacaan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Selain itu,
momentum ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya sinergi
antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam membentuk generasi masa depan
yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. (DNA/foto:pp)
