Samarinda (Humas) - Kepala
Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda H. Aji Mulyadi, S.Ag, M.Pd, memimpin Rapat
Perdana di Ruang Kepala Kantor setempat, Senin, (13/05). Ini merupakan Rapat
Perdana yang dipimpin langsung oleh H. Aji Mulyadi usai dilantik beberapa hari
yang lalu sebagai Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda, di Kanwil Kemenag
Prov. Kaltim.
Rapat tersebut turut dihadiri Kasubbag Tata Usaha, Dra.
Hj. Rahmi Roihana, M.Pd.I, para Kepala Seksi, Kepala Penyelenggara, di
lingkungan Kantor kemenag Kota Samarinda.
Menurut Dra. Hj. Rahmi Roihana, M.Pd.I,
Kepala Sub Bagian Tata Usaha rapat tersebut lebih membahas tentang Konsolidasi
internal dan membahas permasalahan internal dan kemudian juga merencanakan
kegiatan - kegiatan Kemenag Kota Samarinda kedepan.
Dalam pembukaan rapat tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda H. Aji Mulyadi,
S.Ag, M.Pd meminta dukungan dari segenap pihak terutama kepada
seluruh pejabat dan seluruh Pegawai / Staf untuk menjalankan tugas kedepan, Rapat
tersebut sengaja kita laksanakan sebagai langkah awal koordinasi internal di
Kemenag Kota Samarinda, rapat tersebut merupakan rapat pertama yang merupakan
ramah tamah dan sekaligus membahasa hal-hal penting untuk mengawali tugas Ungkapnya.
Menurut H. Aji Mulyadi, kebersamaan
dan dukungan yang perlu kita laksanakan sangat dibutuhkan karena institusi
Kementerian Agama merupakan lembaga yang sangat besar dan terpandang di
tengah-tengah masyarakat.
"Kementerian Agama adalah suatu instansi yang besar, tidak
jarang suatu instansi yang besar itu ketika kita biarkan maka artinya kita yang
mengecilkan organisasi itu,".
Ia mengibaratkan seperti sebatang pohon. "Satu batang pohon
memiliki akar, batang, ranting, daun dan buah. Akar tidak akan pernah ingin
menjadi buah, akar juga tidak merasa iri pada siapapun karena ia di bawah,
diinjak bahkan tidak tampak di dalam tanah, namun tugas akar adalah menopang
agar pohon dan ranting dapat berdiri kokoh," jelasnya.
Di akhir arahanya, H. Aji Mulyadi mengatakan jika dalam
menjalankan tugas nantinya agar saling mengingatkan satu dengan yang lainnya.
"Kalau saya salah mohon diingatkan". (Han)
