SAMARINDA (Humas) - Dalam upaya memperkuat mutu tata kelola kurikulum serta mendorong inovasi pembelajaran di lingkungan madrasah, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Samarinda, Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd., hadir sekaligus menjadi narasumber utama pada kegiatan Workshop Review Dokumen I dan Integrasi Deep Learning dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan oleh MI Plus Nursittah Kota Samarinda selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 23–24 Juli 2026. Bertempat di Ruang Transit MI Plus Nursittah Samarinda, workshop yang berlangsung dengan beban belajar sebanyak 12 Jam Pelajaran (JP) ini diikuti secara penuh oleh Kepala Madrasah Asep Syaepuddin, S.Pd.I., MM., jajaran pengurus yayasan, serta seluruh dewan guru MI Plus Nursittah.
Dalam pemaparannya, Pengawas Madrasah
Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd. menyampaikan pentingnya penyesuaian Kurikulum
Operasional Madrasah agar senantiasa relevan dengan perkembangan zaman tanpa
mengesampingkan nilai-nilai kasih sayang dan karakter religius. Penguatan
dokumen kurikulum dan penerapan model pembelajaran deep learning
merupakan langkah strategis untuk memastikan proses transformasi pendidikan di
madrasah berjalan optimal. Melalui pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta,
diharapkan madrasah mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendalam,
bermakna, interaktif, menyenangkan, serta berbobot secara akademis maupun
karakter.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta
dibekali serangkaian materi praktis dan pendampingan intensif yang mencakup
implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, panduan dan praktik Kurikulum Madrasah,
RKT, RKAM, program sapras, kesiswaan, humas, penyusunan program serta
perencanaan kokurikuler, hingga pembuatan media pembelajaran interaktif dan
modul ajar. Sementara itu, Kepala MI Plus Nursittah Samarinda, Asep Syaepuddin,
S.Pd.I., MM., menyampaikan apresiasi tinggi atas bimbingan dan arahan dari
pihak Pengawas Kemenag, serta berharap hasil workshop ini dapat langsung
diterapkan oleh dewan guru demi mewujudkan madrasah yang unggul di Kota
Samarinda. Kegiatan tersebut diakhiri dengan penyusunan draf kelengkapan
dokumen kurikulum dan modul ajar berbasis deep learning secara mandiri
oleh para guru peserta workshop. (dna/foto:pp)
