Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog

Samarinda (Humas) - Semangat meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW terus ditanamkan kepada generasi muda melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMA Negeri 4 Samarinda, Jumat (21/8/2026). Kegiatan yang dikemas dalam Tabligh Akbar tersebut mengusung tema “Semangat Juang dalam Meneladani Etos Kerja dan Ketekunan Rasulullah SAW” dan diikuti seluruh warga sekolah.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WITA di lapangan SMA Negeri 4 Samarinda, Jalan KH. Harun Nafsi No. 40, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, ini menjadi momentum bagi peserta didik untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menggali nilai-nilai keteladanan yang relevan dengan kehidupan generasi saat ini. Dalam surat undangan resmi sekolah, kegiatan tersebut disebutkan dihadiri seluruh siswa, guru, dan tenaga administrasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.



Dengan jumlah peserta didik mencapai 1.232 siswa, peringatan Maulid tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter dan penguatan nilai keagamaan di lingkungan sekolah.

Ketua Panitia, Mulyadi, turut menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, Pengawas PAI Kementerian Agama Kota Samarinda, Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd, menekankan pentingnya menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai bekal menghadapi tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan kehidupan yang serba cepat.

Menurutnya, tantangan saat ini bukan lagi sekadar keterbatasan informasi, melainkan bagaimana seseorang mampu menjaga konsistensi, daya tahan, integritas, dan etos kerja. Karena itu, semangat perjuangan Rasulullah SAW dinilai sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Meneladani Nabi hari ini berarti melawan rasa malas, bijak menggunakan teknologi, fokus pada proses belajar, serta memiliki daya juang yang tinggi,” pesannya kepada para siswa.

Baqi juga mengajak para guru untuk menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai energi dalam mendampingi dan membimbing generasi muda dengan penuh kesabaran dan keikhlasan di tengah perubahan zaman.

Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui tausiah yang disampaikan Ambo Tang, mahasiswa Pendidikan Agama Islam UINSI Samarinda yang memiliki sejumlah prestasi dalam bidang dakwah dan pidato. Dalam ceramahnya, ia mengajak peserta didik untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah, atau teladan terbaik dalam menjalani kehidupan.

Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan manusia yang dapat dijadikan contoh oleh umat, sehingga nilai-nilai yang beliau ajarkan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan dalam sikap dan kebiasaan sehari-hari.

Dalam ceramahnya, Ambo Tang menyoroti tiga aspek ibadah yang perlu terus diperbaiki, yakni amalan lisan, ibadah hati, dan ibadah perbuatan. Peserta didik diajak untuk menjaga perkataan agar senantiasa baik, membangun keikhlasan dan kesadaran bahwa setiap perbuatan selalu berada dalam pengawasan Allah SWT, serta memperbaiki kualitas salat sebagai bagian penting dalam memperbaiki kehidupan.

Selaras dengan tema kegiatan, ia juga memperkenalkan konsep “5T” sebagai nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan, yaitu Tekad atau niat, Terencana, Tekun/Rajin/Disiplin, Teliti, dan Tawakkal. Kelima nilai tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan membutuhkan niat yang kuat, perencanaan, ketekunan, ketelitian, serta sikap berserah diri kepada Allah SWT setelah melakukan ikhtiar.

“Tidak salah jika kita miskin, kita akan salah ketika kita mati terus dalam keadaan miskin. Kita tidak salah jika bodoh, tetapi kita akan salah jika kita terus dalam kebodohan,” pesannya, yang mengajak para siswa untuk terus berusaha memperbaiki kualitas diri dan tidak berhenti belajar.

Kepala SMA Negeri 4 Samarinda, Drs. Muh. Idar, M.Pd, dalam sambutannya juga menegaskan bahwa pesan yang disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, hikmah yang diperoleh harus dapat diterapkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain tausiah, kegiatan turut diisi dengan lomba azan antarsiswa serta pembagian doorprize sebagai bentuk penyemangat dan apresiasi bagi peserta. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana peringatan Maulid yang edukatif, religius, dan menyenangkan bagi para siswa.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini, Kementerian Agama Kota Samarinda mendorong agar nilai keteladanan Rasulullah SAW terus dihidupkan dalam lingkungan pendidikan. Semangat juang, ketekunan, kedisiplinan, integritas, dan akhlak mulia diharapkan menjadi bagian dari karakter peserta didik dalam menghadapi tantangan masa depan.

Peringatan Maulid Nabi pun diharapkan tidak berhenti pada satu hari kegiatan, tetapi menjadi pijakan bagi seluruh warga sekolah untuk menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam belajar, bekerja, berinteraksi, dan memberikan manfaat bagi sesama. (dna/foto:pp)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30