Samarinda (Humas) –
Perkembangan teknologi dan media sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan
dari kehidupan generasi muda saat ini. Di tengah derasnya arus informasi
digital, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dinilai penting untuk menjadi
pedoman dalam membangun sikap santun dan bijak dalam bermedia sosial.
Pesan tersebut disampaikan Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) H. Yaman, M.Pd dalam ceramah pada kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN 010 Samarinda, Senin, 14 September 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Meneladani Rasulullah di Era Cyber: Cerdas Bermedia Sosial dengan Santun dan Bijak.”
Melalui tema tersebut, peserta
diajak untuk tidak hanya mengenal keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan
sehari-hari, tetapi juga menerapkannya ketika berinteraksi di ruang digital.
Sikap santun, bijak dalam menyampaikan informasi, serta menjaga tutur kata
menjadi bagian penting dari nilai yang perlu dibawa dalam penggunaan media
sosial.
Di era cyber, media sosial
memberikan kemudahan bagi setiap orang untuk berkomunikasi dan menyampaikan
berbagai informasi. Namun, kemudahan tersebut juga perlu diimbangi dengan
kecerdasan dan tanggung jawab agar penggunaannya memberikan manfaat serta tidak
menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain.
Nilai-nilai keteladanan
Rasulullah SAW menjadi relevan untuk diterapkan dalam kehidupan digital,
khususnya bagi peserta didik. Kejujuran, kesantunan, menjaga perkataan, serta
menghormati sesama dapat menjadi landasan dalam menggunakan media sosial secara
sehat dan bertanggung jawab.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad
SAW di SDN 010 tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter
sekaligus mengingatkan generasi muda agar mampu memanfaatkan perkembangan
teknologi secara positif. Keteladanan Rasulullah SAW diharapkan tidak berhenti
pada peringatan Maulid, tetapi dapat tercermin dalam perilaku peserta didik,
baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat
berinteraksi di dunia maya. (dna/foto:pp)
