Samarinda – (Humas) Dalam rangka
memperkuat pendidikan karakter anak serta mendukung pencapaian visi Indonesia
Emas 2045, Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Samarinda
menyelenggarakan Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi 7KAIH (7 Kebiasaan Anak
Indonesia Hebat) pada hari Kamis, 31 Juli 2025 bertempat di Aula Haji
Kementerian Agama Kota Samarinda.
Kegiatan ini dihadiri oleh para Pengawas
Madrasah, Kepala Madrasah, serta Operator Madrasah Negeri se-Kota Samarinda.
Aplikasi 7KAIH sendiri merupakan inovasi digital berbasis karakter yang
dikembangkan untuk menanamkan tujuh kebiasaan positif pada anak-anak, yaitu: bangun
pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar,
bermasyarakat, dan tidur tepat waktu.
Dalam sambutannya, Kepala Seksi
Pendidikan Madrasah Kemenag Samarinda, Bapak Edy Soeltami menegaskan pentingnya
pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi bangsa yang
unggul dan berdaya saing.
“Kebiasaan kecil bila ditanamkan
secara konsisten sejak dini akan membentuk kepribadian dan karakter yang kuat.
Melalui aplikasi ini, kami berharap peran guru dan orang tua dalam memantau
serta membimbing anak-anak menjadi lebih sistematis dan terukur,” jelas beliau.
Selain sosialisasi, kegiatan ini
juga dilengkapi dengan pelatihan teknis penggunaan aplikasi, mulai dari
pembuatan akun, pelaporan harian kebiasaan anak, pemantauan progres melalui
grafik, hingga teknis pelaporan data dari madrasah ke Kementerian Agama tingkat
kota/kabupaten.
Peserta tampak antusias mengikuti
setiap sesi pelatihan, mengingat aplikasi 7KAIH diharapkan menjadi alat bantu
utama dalam proses pembiasaan karakter secara berkelanjutan di lingkungan
madrasah maupun rumah.
Dengan implementasi aplikasi ini,
Kementerian Agama Kota Samarinda berharap akan terwujud sinergi antara
madrasah, guru, orang tua, dan pemerintah dalam membina anak-anak menjadi
pribadi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta siap bersaing di tingkat
global.
“Ini bukan sekadar aplikasi,
tetapi bagian dari gerakan pembiasaan karakter yang menjadi investasi jangka
panjang bagi masa depan bangsa.” tutup narasumber dalam sesi akhir kegiatan.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi
tanya jawab dan diskusi teknis, serta penyerahan akun aplikasi kepada
masing-masing operator madrasah untuk segera digunakan dalam proses monitoring
harian di lingkungan satuan pendidikan masing-masing. (Rey/foto:penmad)
