Samarinda (Humas) – Suasana haru, bangga, dan penuh makna menyelimuti kegiatan perpisahan siswa/i kelas XII SMK Negeri 2 Samarinda Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan yang dikemas dalam momen graduation ini tidak hanya menjadi ajang pelepasan siswa Angkatan 56, tetapi juga menjadi momentum istimewa untuk mengantarkan Kepala Sekolah, Bapak Fauzi, M.Pd, yang telah memasuki masa purna tugas. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas PAI tingkat SMA/SMK, Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd, yang memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan serta capaian yang diraih sekolah. Dengan mengusung tema “The Final Chapter: Bravery in Every Step”, acara ini menjadi simbol berakhirnya perjalanan pendidikan di bangku sekolah sekaligus awal langkah baru menuju masa depan yang penuh tantangan dan harapan, Rabu (6/5).
SMKN 2 Samarinda sebagai salah satu sekolah kejuruan terbesar di Kota Samarinda dengan jumlah siswa sekitar 1.480 orang, pada kesempatan ini secara resmi melepas sebanyak 476 siswa kelas XII dari delapan jurusan, yaitu Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan, Teknik Instalasi Listrik, Teknik Pendingin dan Tata Udara, Teknik Konstruksi Perumahan, Teknik Pengelasan, Teknik Pemesinan, Teknik Alat Berat, dan Teknik Geomatika. Seluruh siswa dinyatakan lulus dengan persentase kelulusan mencapai 100 persen, sebuah capaian yang mencerminkan keberhasilan proses pendidikan dan pembinaan yang telah dilaksanakan selama tiga tahun terakhir.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMKN 2 Samarinda, Bapak Fauzi, M.Pd, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para siswa sekaligus memberikan pesan mendalam tentang arti kelulusan. Ia menegaskan bahwa tiga tahun masa pendidikan di SMK merupakan proses penting untuk membentuk kompetensi dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Para lulusan, menurutnya, tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga keterampilan yang dapat langsung diaplikasikan di dunia nyata. Ia juga menjelaskan bahwa SMK memiliki tiga jalur utama bagi lulusan, yaitu bekerja, melanjutkan pendidikan, dan berwirausaha (BMW), yang dapat dipilih sesuai dengan minat dan potensi masing-masing siswa. Ia berpesan agar para lulusan yang memilih jalur kerja mampu menjadi tenaga profesional yang berkarakter, jujur, disiplin, dan pekerja keras, sementara yang melanjutkan kuliah diharapkan mampu mengembangkan keterampilan praktik menjadi ilmu yang aplikatif, serta bagi yang berwirausaha dapat menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif dalam menciptakan lapangan kerja.
Lebih lanjut, Bapak Fauzi menekankan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari jembatan menuju cita-cita yang lebih besar. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sopan santun serta nama baik almamater di mana pun para lulusan berada. Momen perpisahan ini menjadi semakin emosional karena sekaligus menjadi akhir masa pengabdian beliau sebagai Kepala Sekolah SMKN 2 Samarinda.
Sementara itu, Plt. Kepala SMKN 2 Samarinda, Bapak Zainul Muttaqin, SE., M.M, dalam sambutannya memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus melangkah maju tanpa merasa puas dengan pencapaian hari ini. Ia menyampaikan bahwa setiap kesulitan yang dihadapi dapat menjadi bagian dari proses yang menyenangkan jika dijalani dengan sikap positif. Ia juga menekankan pentingnya konsep belajar sepanjang hayat atau long life education, di mana proses belajar tidak hanya terjadi di lingkungan formal, tetapi dapat berlangsung di mana saja dan kapan saja. Selain itu, ia mengingatkan bahwa dunia kerja tidak hanya menuntut kemampuan teknis, tetapi juga integritas dan nilai spiritual, sehingga para alumni diharapkan tetap menjunjung tinggi kejujuran, kerja keras, serta tidak meninggalkan ibadah dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Dalam upaya memperkuat pembinaan karakter siswa, SMKN 2 Samarinda turut menjalin kemitraan melalui kegiatan Rohis dengan Yayasan Al Kahfi Cabang Samarinda. Melalui berbagai program seperti Seminar ESA, studi moral, dan bimbingan karir, sekolah berkomitmen membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan moralitas yang kuat. Narasumber dari Yayasan Al Kahfi, Puteri Maharhani, menyampaikan bahwa pembinaan karakter remaja merupakan hal penting dalam menghadapi tantangan kehidupan, dengan program yang bergerak di bidang pendidikan, beasiswa, serta kegiatan sosial bagi yatim piatu dan dhuafa.
Kegiatan perpisahan ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan hiburan yang unik dan berkesan. Menariknya, sebagian besar penampilan diisi oleh para guru SMKN 2 Samarinda, yang menampilkan puisitisasi, lagu-lagu bermuatan pesan moral yang dibawakan oleh guru Pendidikan Agama Islam bersama tim kurikulum, serta tarian daerah “Angin Mamiri” yang memukau para hadirin. Suasana kebersamaan antara guru dan siswa semakin terasa hangat, menjadikan momen perpisahan ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga kenangan yang akan terus melekat.
Sebagai penutup, pesan moral yang disampaikan dalam kegiatan ini menjadi pengingat bagi seluruh lulusan bahwa perjalanan mereka masih panjang. “Seragam boleh dilepas, tapi ilmu harus tetap melekat,” menjadi kalimat yang menggambarkan esensi pendidikan yang sesungguhnya. Melalui kegiatan ini, SMKN 2 Samarinda kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga berkarakter, berakhlak, dan mampu menghadapi masa depan dengan penuh keberanian. (DNA/foto:PP)
