Samarinda (Humas) – Dalam rangka
memastikan pelaksanaan Pesantren Ramadhan 1447 H/2026 M berjalan optimal serta
memberikan dampak nyata terhadap pembinaan karakter religius peserta didik,
Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) melaksanakan kegiatan monitoring di dua
sekolah tingkat SMP di Kota Samarinda, Selasa (24/2).
Monitoring diawali di SMPN 2
Samarinda pada pukul 09.00 hingga 09.30 WITA. Kegiatan ini dipimpin langsung
oleh Kasi PAI, Mustofa Nuri, S.HI., M.Pd.I., bersama staf serta Pengawas PAI
Dr. Drs. H. Suhaimi, M.Pd, dan Hildayani, S.Pd.I. Kehadiran tim monitoring disambut oleh pihak sekolah
dan guru Pendidikan Agama Islam dengan penuh antusias.
Dalam kunjungan tersebut, tim
melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan rangkaian kegiatan Pesantren
Ramadhan, mulai dari tadarus Al-Qur’an, penyampaian materi keislaman,
pembiasaan salat berjamaah, hingga sesi refleksi dan penguatan akhlak. Selain
memantau teknis pelaksanaan, monitoring juga difokuskan pada aspek substansi
materi, metode penyampaian, partisipasi siswa, serta dampak kegiatan terhadap
pembentukan karakter.
Pesantren Ramadhan bukan sekadar
kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum strategis untuk menanamkan
nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap toleransi dalam
kehidupan sehari-hari. Interaksi hangat antara tim monitoring dengan guru dan
siswa menunjukkan komitmen bersama dalam menyukseskan program pembinaan
keagamaan di sekolah.
Usai dari SMPN 2 Samarinda,
kegiatan monitoring dilanjutkan oleh Pengawas PAI Hildayani, S.Pd.I. ke SMPN 46
Samarinda, yang berlokasi di wilayah Samarinda Seberang, pada pukul 11.00
hingga 11.45 WITA. Monitoring ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh
rangkaian Pesantren Ramadhan terlaksana sesuai pedoman serta tetap
memperhatikan kualitas pembinaan.
Di SMPN 46 Samarinda, suasana
kegiatan tampak hidup dan penuh semangat. Para siswa mengikuti tadarus dengan
khusyuk, menyimak materi ceramah dengan serius, serta aktif dalam sesi diskusi
interaktif yang membahas implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan remaja.
Pengawas PAI juga memberikan penguatan kepada guru agar kegiatan tidak hanya
berfokus pada teori, tetapi mampu menyentuh aspek pembiasaan dan keteladanan.
Melalui kegiatan monitoring ini,
diharapkan Pesantren Ramadhan 1447 H/2026 M dapat menjadi sarana efektif dalam
membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga
kokoh dalam iman dan berakhlak mulia. Sinergi antara Kasi PAI, pengawas, guru,
dan pihak sekolah menjadi kunci utama dalam mewujudkan pendidikan agama Islam
yang berkualitas dan berkelanjutan di Kota Samarinda. (DNA/foto:PP)
