Samarinda (Humas) - Dalam rangka
meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di
sekolah dasar, dua pengawas pendidikan Kota Samarinda, yaitu Ibu Baqi Nurul
Hakkurahmy, M.Pd. selaku Pengawas PAI dan Bapak H. Yaman, S.Pd.I., M.Pd.I. selaku
Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) PAI, melaksanakan kunjungan resmi ke SDN
007 Sungai Kunjang pada hari Senin (04/08).
Kunjungan ini merupakan bagian
dari program rutin pembinaan dan supervisi pengawas PAI terhadap guru-guru PAI
di wilayah kerjanya, sekaligus sebagai bentuk perhatian dan dukungan konkret
terhadap upaya peningkatan profesionalisme guru serta kualitas pembelajaran
agama di sekolah.
Kegiatan diawali dengan
silaturrahmi hangat antara para pengawas dan pihak sekolah, yang dihadiri oleh
Kepala Sekolah SDN 007 Sungai Kunjang, para guru PAI, serta beberapa tenaga
pendidik lainnya. Dalam suasana yang akrab namun tetap serius, pertemuan ini
menjadi wadah dialog konstruktif yang membuka ruang diskusi terbuka mengenai
berbagai hal yang berkaitan dengan pembelajaran PAI di sekolah.
Dalam sambutannya, Bapak H. Yaman,
S.Pd.I., M.Pd.I. menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang efektif antara
pengawas, kepala sekolah, dan guru. Ia menekankan bahwa pengawasan bukan
semata-mata sebagai bentuk evaluasi, tetapi lebih kepada proses pembinaan yang
bersifat kolaboratif untuk menciptakan atmosfer belajar yang kondusif,
menyenangkan, dan bermakna.
Salah satu hal yang menjadi
perhatian utama dalam kunjungan ini adalah pentingnya keikutsertaan aktif
guru-guru PAI dalam forum Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI. Bapak H. Yaman menyampaikan
bahwa KKG bukan hanya forum formalitas, tetapi tempat strategis untuk
meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru melalui diskusi,
pelatihan, dan berbagi praktik baik.
“Guru PAI harus proaktif dalam
komunitas belajar seperti KKG, karena dari sanalah kita bisa belajar dari
pengalaman guru lain, mengembangkan metode, serta menemukan solusi dari
berbagai tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran sehari-hari,” ujar beliau.
Dalam sesi pengarahan, Bapak H. Yaman
juga membahas perlunya guru PAI memahami karakteristik peserta didik, khususnya
di jenjang sekolah dasar yang memiliki keragaman dalam cara berpikir, latar
belakang, dan gaya belajar. Ia mengingatkan bahwa strategi mengajar tidak bisa
bersifat satu arah atau monoton. Guru harus mampu menggunakan metode
pembelajaran yang variatif, kontekstual, dan inklusif agar materi PAI dapat
diterima dengan baik oleh siswa.
“Penting bagi guru untuk terus
berinovasi dalam menyampaikan materi keagamaan agar lebih menyentuh hati dan
sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa guru
harus memahami fase perkembangan berpikir siswa dan menggunakan pendekatan yang
sesuai dengan usia mereka, agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif.
Lebih jauh, beliau juga
menyinggung sejumlah tantangan yang dihadapi guru PAI saat ini, seperti kesulitan
mengelola kelas yang heterogen, perbedaan tingkat pemahaman siswa, hingga minimnya
media pembelajaran yang mendukung pelajaran agama. Untuk itu, guru diharapkan
mampu berpikir kritis, kreatif, dan adaptif, serta membangun kerja sama dengan
orang tua dan rekan sejawat sebagai bentuk sinergi pendidikan.
Ibu Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd.,
dalam arahannya juga mengingatkan pentingnya semangat pengabdian seorang guru
PAI. Ia memberikan apresiasi kepada para guru yang tetap konsisten membina
karakter dan akhlak siswa melalui pembelajaran PAI meski di tengah keterbatasan
dan tantangan yang ada.
“Guru PAI adalah ujung tombak
pembentukan karakter spiritual anak didik. Maka semangat keikhlasan,
kedisiplinan, dan keteladanan dari guru sangat berpengaruh terhadap
keberhasilan pembelajaran PAI,” ungkap beliau.
Di akhir kunjungan, kedua
pengawas mengajak para guru dan pihak sekolah untuk terus memperkuat
kolaborasi, tidak hanya dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga dalam
membentuk lingkungan sekolah yang religius, toleran, dan berakhlak mulia.
Harapan besar disampaikan agar kegiatan supervisi seperti ini tidak berhenti
pada diskusi semata, tetapi ditindaklanjuti dengan implementasi nyata di
lapangan.
Dengan kunjungan ini, diharapkan SDN
007 Sungai Kunjang dapat semakin solid dalam membangun sistem pembelajaran
agama yang efektif dan kontekstual, sehingga mampu mencetak peserta didik yang
unggul, tidak hanya dalam aspek kognitif, tetapi juga dalam iman, akhlak, dan
karakter Islami. (DNA/foto:PP)
