Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog
  • Super User
  • Pengawas
  • 2025-08-04 20:06:58
  • 159

Samarinda (Humas) - Dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar, dua pengawas pendidikan Kota Samarinda, yaitu Ibu Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd. selaku Pengawas PAI dan Bapak H. Yaman, S.Pd.I., M.Pd.I. selaku Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) PAI, melaksanakan kunjungan resmi ke SDN 007 Sungai Kunjang pada hari Senin (04/08).

Kunjungan ini merupakan bagian dari program rutin pembinaan dan supervisi pengawas PAI terhadap guru-guru PAI di wilayah kerjanya, sekaligus sebagai bentuk perhatian dan dukungan konkret terhadap upaya peningkatan profesionalisme guru serta kualitas pembelajaran agama di sekolah.

Kegiatan diawali dengan silaturrahmi hangat antara para pengawas dan pihak sekolah, yang dihadiri oleh Kepala Sekolah SDN 007 Sungai Kunjang, para guru PAI, serta beberapa tenaga pendidik lainnya. Dalam suasana yang akrab namun tetap serius, pertemuan ini menjadi wadah dialog konstruktif yang membuka ruang diskusi terbuka mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pembelajaran PAI di sekolah.

Dalam sambutannya, Bapak H. Yaman, S.Pd.I., M.Pd.I. menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang efektif antara pengawas, kepala sekolah, dan guru. Ia menekankan bahwa pengawasan bukan semata-mata sebagai bentuk evaluasi, tetapi lebih kepada proses pembinaan yang bersifat kolaboratif untuk menciptakan atmosfer belajar yang kondusif, menyenangkan, dan bermakna.

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama dalam kunjungan ini adalah pentingnya keikutsertaan aktif guru-guru PAI dalam forum Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI. Bapak H. Yaman menyampaikan bahwa KKG bukan hanya forum formalitas, tetapi tempat strategis untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru melalui diskusi, pelatihan, dan berbagi praktik baik.

“Guru PAI harus proaktif dalam komunitas belajar seperti KKG, karena dari sanalah kita bisa belajar dari pengalaman guru lain, mengembangkan metode, serta menemukan solusi dari berbagai tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran sehari-hari,” ujar beliau.

Dalam sesi pengarahan, Bapak H. Yaman juga membahas perlunya guru PAI memahami karakteristik peserta didik, khususnya di jenjang sekolah dasar yang memiliki keragaman dalam cara berpikir, latar belakang, dan gaya belajar. Ia mengingatkan bahwa strategi mengajar tidak bisa bersifat satu arah atau monoton. Guru harus mampu menggunakan metode pembelajaran yang variatif, kontekstual, dan inklusif agar materi PAI dapat diterima dengan baik oleh siswa.

“Penting bagi guru untuk terus berinovasi dalam menyampaikan materi keagamaan agar lebih menyentuh hati dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa guru harus memahami fase perkembangan berpikir siswa dan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan usia mereka, agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif.

Lebih jauh, beliau juga menyinggung sejumlah tantangan yang dihadapi guru PAI saat ini, seperti kesulitan mengelola kelas yang heterogen, perbedaan tingkat pemahaman siswa, hingga minimnya media pembelajaran yang mendukung pelajaran agama. Untuk itu, guru diharapkan mampu berpikir kritis, kreatif, dan adaptif, serta membangun kerja sama dengan orang tua dan rekan sejawat sebagai bentuk sinergi pendidikan.

Ibu Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd., dalam arahannya juga mengingatkan pentingnya semangat pengabdian seorang guru PAI. Ia memberikan apresiasi kepada para guru yang tetap konsisten membina karakter dan akhlak siswa melalui pembelajaran PAI meski di tengah keterbatasan dan tantangan yang ada.

“Guru PAI adalah ujung tombak pembentukan karakter spiritual anak didik. Maka semangat keikhlasan, kedisiplinan, dan keteladanan dari guru sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran PAI,” ungkap beliau.

Di akhir kunjungan, kedua pengawas mengajak para guru dan pihak sekolah untuk terus memperkuat kolaborasi, tidak hanya dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga dalam membentuk lingkungan sekolah yang religius, toleran, dan berakhlak mulia. Harapan besar disampaikan agar kegiatan supervisi seperti ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi ditindaklanjuti dengan implementasi nyata di lapangan.

Dengan kunjungan ini, diharapkan SDN 007 Sungai Kunjang dapat semakin solid dalam membangun sistem pembelajaran agama yang efektif dan kontekstual, sehingga mampu mencetak peserta didik yang unggul, tidak hanya dalam aspek kognitif, tetapi juga dalam iman, akhlak, dan karakter Islami. (DNA/foto:PP)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30