Samarinda (Humas) - Upaya memperkuat mutu penyelenggaraan
pendidikan madrasah terus dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi
antarmadrasah. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Sinergi KKMI Samarinda
dan KKMI Kutai Kartanegara dalam Penguatan Mutu Madrasah melalui Pendidikan
Inklusif dan Tata Kelola Data Madrasah yang Akurat” yang dilaksanakan di Gedung
Komputer MAN 2 Samarinda, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA tersebut mempertemukan Kepala Madrasah dan delegasi dari Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kota Samarinda dan KKMI Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi antarmadrasah sekaligus memperkuat mutu penyelenggaraan pendidikan madrasah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian
Agama Kota Samarinda Drs. H. Nasrun, M.H., Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Edy
Soltami, S.Ag., M.AP., Pengawas Madrasah MI H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd. dan Drs.
Muhammad Masrukin, S.Pd., M.Pd.I., Kasi Pendidikan Madrasah Kabupaten Kutai
Kartanegara Hj. Eka Nurhidayah, M.Pd., serta Bapak Arif Ridho, S.Sos., Kasubtim
Kurikulum MI, MTs, KSKK Madrasah Kementerian Agama RI. Hadir pula para Kepala
Madrasah dan delegasi KKMI Kota Samarinda serta KKMI Kabupaten Kutai
Kartanegara.
Ketua KKMI Kota Samarinda Tajudin, S.Pd.I., M.Pd., dalam
sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk
membangun kesamaan tujuan dalam meningkatkan mutu madrasah. Ia menekankan
pentingnya membangun madrasah yang mampu memberikan layanan pendidikan secara
inklusif sekaligus memiliki tata kelola data yang baik.
Dalam forum tersebut, tercatat sebanyak 69 peserta, terdiri
atas 31 peserta dari Kota Samarinda dan 38 peserta dari Kabupaten Kutai
Kartanegara. Kehadiran para kepala madrasah dan delegasi diharapkan dapat
memperkuat pertukaran pengalaman serta praktik baik dalam pengelolaan
pendidikan madrasah.
Membuka kegiatan secara resmi, Kepala Kantor Kementerian
Agama Kota Samarinda Drs. H. Nasrun, M.H. memberikan sambutan sekaligus arahan
kepada para peserta. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa peningkatan mutu
madrasah membutuhkan kolaborasi, komitmen, dan pengelolaan data yang akurat
sebagai dasar dalam mengambil kebijakan dan menyusun program pendidikan.
Menurutnya, pendidikan inklusif bukan hanya berkaitan dengan
kemampuan madrasah menerima keberagaman peserta didik, tetapi juga bagaimana
seluruh warga madrasah membangun lingkungan pendidikan yang memberikan
kesempatan belajar secara adil, aman, dan sesuai dengan kebutuhan setiap
peserta didik.
Di sisi lain, tata kelola data madrasah yang akurat menjadi
bagian penting dalam mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan. Data yang
tertib dan valid akan membantu madrasah maupun pemangku kebijakan melihat
kondisi secara lebih objektif, sehingga program peningkatan mutu dapat disusun
berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
Kehadiran Arif Ridho dari KSKK Madrasah Kementerian Agama RI turut
memberikan penguatan dari sisi kebijakan dan pengembangan kurikulum madrasah.
Kehadirannya menjadi bagian penting dalam mempertemukan perspektif antara
pengelola madrasah di daerah dengan kebijakan pendidikan madrasah di tingkat
pusat, khususnya dalam penguatan kurikulum dan mutu pembelajaran.
Kegiatan sinergi KKMI Samarinda dan KKMI Kukar ini diharapkan
tidak berhenti pada forum pertemuan semata, tetapi dapat menghasilkan penguatan
kerja sama dan pertukaran praktik baik yang dapat diterapkan di masing-masing
madrasah. Kolaborasi tersebut menjadi langkah bersama untuk menghadirkan
madrasah yang semakin inklusif, adaptif, tertib dalam tata kelola, serta
berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda terus mendorong terbangunnya ekosistem pendidikan madrasah yang saling belajar dan saling menguatkan, sehingga peningkatan mutu dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama lintas wilayah. (dna)
