Samarinda (Humas) - Kementerian
Agama Kota Samarinda menggelar Rapat Koordinasi bersama Dinas Ketahanan Pangan
dan Pertanian Kota Samarinda pada Kamis (5/2). Kegiatan ini berlangsung di
Ruang Tamu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda dan
menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam rangka
mendukung rencana pelaksanaan program Kementerian Agama yang berkaitan dengan bidang
perkebunan dan pelestarian lingkungan hidup.
Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai langkah awal dalam menjajaki dan merumuskan bentuk kerja sama antara Kementerian Agama Kota Samarinda dan Pemerintah Kota Samarinda, khususnya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Kegiatan ini sejalan dengan gagasan Menteri Agama Republik Indonesia yang menekankan pentingnya pendekatan ekoteologi, yakni membangun kesadaran keagamaan yang berpihak pada upaya merawat dan menjaga bumi agar tetap lestari, sehat, dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas
pentingnya peran seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, dalam
menciptakan lingkungan yang asri dan seimbang. Kesadaran ekologis dinilai
menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah berbagai permasalahan lingkungan,
seperti banjir dan kerusakan alam, yang kerap terjadi akibat berkurangnya ruang
hijau dan kurangnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Rapat koordinasi ini dihadiri
oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda Drs. H. Nasrun, M.H, Kepala
Seksi Bimas Islam Dr. H. Ikhwan Saputera S.Kom, M.Sos. beserta staf, Kepala
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda Drs. H. M. Darham, M.Si,
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Abdul Jalil, S.Ag., M.AP, serta
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Hj. Mariatul
Salamiah, SP. Kehadiran para pejabat dan pemangku kepentingan tersebut
menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program kolaboratif yang
berorientasi pada pelestarian lingkungan.
Salah satu poin penting yang
mengemuka dalam rapat tersebut adalah rencana mendorong tumbuhnya kesadaran
kolektif di kalangan calon pengantin (catin) untuk turut berkontribusi dalam
menjaga lingkungan. Melalui edukasi pra-nikah, calon pengantin diharapkan
memiliki kepedulian terhadap alam dengan melakukan aksi sederhana seperti
menanam pohon, tanpa memberatkan atau menambah beban administratif maupun biaya
bagi calon pengantin.
Gagasan ini dinilai sejalan
dengan nilai-nilai keagamaan yang menekankan tanggung jawab manusia sebagai
khalifah di muka bumi. Dengan melibatkan calon pengantin, diharapkan kepedulian
terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak awal kehidupan berkeluarga, sehingga
terbentuk budaya ramah lingkungan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Selain itu, rapat koordinasi ini
juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara Kementerian
Agama Kota Samarinda dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dapat
diwujudkan dalam program nyata yang terukur dan memberikan dampak positif bagi
lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Kota Samarinda.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas
Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda menyampaikan apresiasi serta
menyambut baik rencana kerja sama yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Kota
Samarinda. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung dan bersinergi dalam
pelaksanaan program-program yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan,
pertanian, dan perkebunan, khususnya yang melibatkan peran aktif masyarakat.
Melalui rapat koordinasi ini,
diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Kementerian Agama Kota
Samarinda dan Pemerintah Kota Samarinda dalam mewujudkan pembangunan yang
berwawasan lingkungan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran
bersama akan pentingnya menjaga alam sebagai amanah bersama demi
keberlangsungan hidup generasi masa kini dan mendatang. (LLJ/DNA)
