Samarinda (Humas) — Kegiatan Silaturahmi
dan Pemaparan Materi Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan Deep Learning
bagi Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Samarinda, digelar pada Kamis
(13/11/2025) bertempat di Aula Kantor Kemenag Kota Samarinda.
Kegiatan ini bertujuan untuk
memperdalam pemahaman para pendidik RA terhadap konsep kurikulum berbasis cinta
dengan pendekatan deep learning, yakni pembelajaran yang menekankan pada
proses penghayatan, pembiasaan, dan penanaman nilai-nilai positif sejak usia
dini.
Turut hadir Kepala Kantor Kemenag
Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H, didampingi Kasi Pendidikan Madrasah Edy
Soltami, S.Ag, M.AP, serta dua pengawas RA, Hamsinah, S.Ag, S.Pd dan H. Nina,
S.Pd, M.Pd. Narasumber kegiatan adalah Siti Djulaikha, M.Pd, pengawas madrasah
yang dikenal aktif dalam pengembangan kurikulum berbasis karakter. Kegiatan ini
diikuti oleh 30 Kepala RA se-Kota Samarinda.
Ketua IGRA Kota Samarinda, Karmila,
dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini terdapat 38 RA di Kota Samarinda
dengan setidaknya 135 tenaga pendidik dan 1.350 peserta didik. Ia berharap kegiatan ini
dapat menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak
usia dini berbasis nilai kasih sayang.
Sementara itu, Kepala Kantor
Kemenag Kota Samarinda, H. Nasrun, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh
guru RA atas dedikasi dan kesabaran dalam mendidik anak-anak.
“Saya apresiasi kepada seluruh
guru RA karena sudah luar biasa sabar ketika menghadapi anak-anak di kelas.
Anak-anak kita itu, memiliki passion atau kesukaannya masing-masing, dan tugas kita sebagai guru adalah
mendukung dan menumbuhkan potensi itu,” ujarnya.
Beliau juga menekankan pentingnya
pembiasaan dalam proses pendidikan.
“Anak-anak harus dibiasakan pada hal-hal yang baik, karena mereka belajar melalui contoh. Maka, guru harus selalu menjadi teladan yang baik bagi anak didiknya,” tambahnya.
