Samarinda (Humas) - Suasana penuh
semangat tampak mewarnai pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)
di MTs Al-Wa’id Samarinda pada Rabu–Kamis, 27–28 Agustus 2025. Sebanyak 30
peserta didik kelas VIII, terdiri dari 17 putra dan 13 putri, mengikuti asesmen
tahunan ini dengan penuh kesungguhan.
ANBK merupakan program nasional
yang rutin digelar untuk memetakan mutu pendidikan secara menyeluruh, tidak
hanya menilai capaian akademik siswa, tetapi juga menyentuh aspek literasi
membaca, numerasi, survei karakter, hingga lingkungan belajar. Oleh karena itu,
kegiatan ini menjadi salah satu tolok ukur penting dalam peningkatan kualitas
madrasah di masa mendatang.
Kegiatan ini berlangsung selama
dua hari dengan sistem tiga sesi per hari, yang dilaksanakan secara online
menggunakan perangkat komputer. Untuk memastikan kelancaran, pihak madrasah
telah menyiapkan berbagai hal sejak jauh-jauh hari, mulai dari kesiapan
perangkat, jaringan, hingga pendampingan bagi peserta didik agar lebih percaya
diri dalam menghadapi ANBK.
Pelaksanaan ANBK di MTs Al-Wa’id
turut mendapat perhatian langsung dari Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian
Agama Kota Samarinda, Bapak Edy Soltami, S.Ag., M.AP, dan Pengawas Madrasah,
Bapak Imran, M.Pd. Kehadiran keduanya menjadi bentuk komitmen Kemenag dalam
mendukung penyelenggaraan asesmen di tingkat madrasah. Mereka hadir bersama
dengan Kepala Madrasah, Proktor, Teknisi, serta Pengawas Ruang, yang senantiasa
memastikan setiap proses berjalan tertib, lancar, dan sesuai prosedur.
Di sela pelaksanaan, tampak
wajah-wajah peserta didik yang serius mengerjakan soal. Meski ada sedikit
ketegangan, namun semangat mereka untuk memberikan hasil terbaik sangat
terlihat. Dukungan guru dan tenaga kependidikan juga menambah kepercayaan diri
siswa, sehingga suasana ujian tetap kondusif dan penuh motivasi.
Dengan terselenggaranya ANBK di
MTs Al-Wa’id, besar harapan bahwa hasil asesmen ini dapat memberikan gambaran
nyata tentang kualitas pembelajaran, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk
menyusun strategi peningkatan mutu pendidikan di madrasah. Lebih dari itu,
kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi peserta didik untuk terus
membangun rasa percaya diri, kemandirian, dan kesiapan menghadapi tantangan
pendidikan di masa depan. (DNA/foto:PP)
