Samarinda (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda menggelar kegiatan Revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Kota Samarinda, Rabu (12/11/2025), bertempat di Ruang Rapat Utama Lantai 5 Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Samarinda.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H, bersama istri, serta Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Dr. H. Ikhwan Saputera, S.Kom., M.Sos, yang juga sebagai ketua panitia pelaksana.
Dalam laporannya, Dr. Ikhwan menjelaskan bahwa kegiatan revitalisasi ini merupakan upaya strategis untuk menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat pembangunan umat.
“Revitalisasi BKM dilakukan dengan memperkuat tata kelola, program pemberdayaan jamaah, serta kolaborasi dengan para penyuluh agama sebagai agen pembina dan pencerah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga dirangkai dengan Pengukuhan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kota Samarinda, sebagai wadah koordinasi dan sinergi antarpenyuluh dalam memperkuat pembinaan umat berbasis masjid.
“Kami berharap masjid kembali menjadi pusat peradaban umat yang hidup, tempat ibadah, ilmu, dan kesejahteraan bertemu dalam satu nafas,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H, menyampaikan bahwa masjid seharusnya menjadi pusat perubahan umat yang mampu membangkitkan semangat kebersamaan, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat.
Beliau menekankan pentingnya menjadikan masjid ramah bagi semua kalangan seperti musafir, anak-anak, dhuafa, hingga lansia, sehingga benar-benar menjadi rumah bersama bagi umat Islam.
“Masjid yang ramai jamaahnya menunjukkan bahwa masyarakat senang berada di dalamnya. Percuma jika masjid megah tetapi tidak dihidupkan oleh jamaah,” tegasnya.
Kepala Kemenag juga mengingatkan bahwa peran masjid harus terus berkembang seiring zaman, termasuk dalam hal dakwah yang kini dapat dilakukan melalui media digital.
“Dakwah kita kini telah bertransformasi. Media dakwah bisa melalui platform modern seperti TikTok atau media sosial lainnya, karena masyarakat saat ini lebih banyak berinteraksi lewat gawai,” jelasnya.
Ia menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa keberadaan BKM dan FKPAI harus berjalan beriringan untuk membangun masyarakat yang cerdas, berakhlak, dan berdaya.
“Peran BKM sangat vital dalam mendukung program Kemenag. Kita ingin masjid hidup di semua lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tonggak dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat spiritual, sosial, dan edukatif, serta mendorong kolaborasi antara BKM dan penyuluh agama dalam membangun peradaban umat yang berkemajuan. (sif/foto:llj)
