Samarinda (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menghadiri Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Samarinda yang digelar di Arutala Ballroom Bapperida Kota Samarinda, Kamis (2/7). Kegiatan ini menjadi forum koordinasi lintas sektor dalam memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Samarinda, Dr. H. Ikhwan Saputera, S.Kom., M.Sos., hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda didampingi staf Seksi Bimas Islam. Rakor juga dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, camat, lurah, kepala puskesmas, perguruan tinggi, organisasi profesi, media massa, serta berbagai lembaga yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Samarinda.
Rapat koordinasi diawali dengan sambutan dan arahan Wakil Wali Kota Samarinda sekaligus pembukaan kegiatan, dilanjutkan pemaparan mengenai Surat Keputusan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), kondisi stunting terkini di Kota Samarinda, penyampaian data dan penginputan aksi Bangga Kencana oleh TP Posyandu, serta sesi diskusi dan penyusunan langkah strategis bersama.
Dalam forum tersebut, Kementerian Agama menegaskan komitmennya mendukung percepatan penurunan stunting melalui penguatan program Bimbingan Perkawinan (Bimwin), pembinaan keluarga sakinah, serta edukasi kepada calon pengantin. Upaya tersebut dilakukan agar setiap calon pasangan memperoleh bekal mengenai kesiapan menikah, kesehatan reproduksi, tanggung jawab sebagai orang tua, serta pola pengasuhan anak sejak dini.
Selain itu, Bimas Islam terus memperkuat sinergi dengan Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, puskesmas, dan pemerintah daerah dalam mendampingi keluarga muda. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun keluarga yang tangguh sehingga dapat melahirkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.
Kasi Bimas Islam, Ikhwan Saputera, menegaskan bahwa penanganan stunting harus dimulai dari penguatan kualitas keluarga, bahkan sejak sebelum pernikahan.
“Stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi persoalan kualitas keluarga. Karena itu, Kemenag dalam hal ini Bimas Islam Kota Samarinda memiliki peran strategis sebagai pembina keluarga sejak sebelum pernikahan, saat membangun rumah tangga, hingga mendampingi orang tua dalam melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Ketika keluarga menjadi kuat, angka stunting akan menurun, dan ketika keluarga menjadi sakinah, peradaban akan tumbuh,” ujar Ikhwan.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan sinergi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mewujudkan percepatan penurunan stunting di Kota Samarinda serta mendukung lahirnya generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (sif/foto:BI)
