Samarinda (Humas) – Kantor
Kementerian Agama Kota Samarinda menggelar Rapat Pembentukan Panitia Pekan
Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) Tahun 2026 di Aula Kantor Kemenag
Kota Samarinda, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah
awal dalam mempersiapkan pelaksanaan Porsadin yang direncanakan berlangsung
pada Agustus 2026 mendatang.
Rapat dihadiri oleh Kepala Kantor
Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H., Kepala Seksi Pendidikan
Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Widodo Santoso, S.E., staf PD
Pontren, serta perwakilan Madrasah Diniyah se-Kota Samarinda.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor
Kemenag Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H., menyampaikan harapannya agar
pertemuan tersebut menjadi momentum awal untuk menyatukan visi dan misi seluruh
pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Porsadin 2026.
“Saya berharap pertemuan ini menjadi awal untuk menyatukan visi dan misi bersama. Kementerian Agama siap memberikan dukungan demi suksesnya pelaksanaan Porsadin melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan
dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan yang mampu menjadi wadah pengembangan
potensi santri, khususnya di bidang olahraga dan seni. Menurutnya, Porsadin
merupakan sarana strategis untuk menumbuhkan bakat, minat, serta semangat
kompetisi yang sehat di kalangan santri Madrasah Diniyah.
“Kegiatan seperti ini sangat
penting untuk terus didukung karena dapat menjadi ruang bagi para santri dalam
mengembangkan bakat dan minatnya, khususnya di bidang olahraga dan seni,”
tambahnya.
Sementara itu, rapat membahas
berbagai hal terkait pembentukan struktur kepanitiaan, pembagian tugas, serta
langkah-langkah persiapan menuju pelaksanaan Porsadin 2026. Melalui pembentukan
panitia sejak dini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat dipersiapkan
secara matang dan berjalan dengan lancar.
Porsadin sendiri merupakan ajang
yang mempertemukan santri Madrasah Diniyah dalam berbagai cabang olahraga,
seni, dan keterampilan. Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini juga
bertujuan mempererat silaturahmi antar lembaga pendidikan keagamaan serta
mendorong lahirnya santri yang berprestasi, sehat, dan berkarakter. (Rey/foto:PD
Pontren)
