Samarinda (Humas) - Tekonologi tepat guna harus menerapkan
metode yang hemat sumberdaya, mudah dirawat, dan berdampat pulotif minimalis
dibandingkan dengan teknologi pada umumnya, serta meningkatkan efisiensi dan
memberi nilai tambah pada produk yang dihasilkan.
Demikian dikatakan oleh Wali Kota Samarinda Dr H
Andi Harun dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kota
Samarinda Ir Hero Mardanus Satyawan MT pada acara Gala Diner yang
diselenggarakan di kawasan kolam renang Hotel Puri Senyiur Jl. Ruhui Rahayu Samarinda,
Selasa (23/04) malam. Tampak Sekda Hero Mardanus didampingi oleh Asisten I Dr H
Ridwan Tassa, Plt. Kepala Kemenag Kota Samarinda Drs. H. Maslekhan dan beberapa
Pejabat Pemerintah Kota Samarinda.
Dalam jamuan makan malam dalam rangka Gelar
Teknologi Tepat Guna (TTG) ke X tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2024
ini, Sekda Hero Mardanus mewakili Wali Kota Samarinda, mengucapkan selamat
datang kepada para peserta yang berasal dari luar kota Samarinda, yang akan
mengikuti kegiatan selama beberapa hari Samarinda dengan pusat kegiatan di
Hotel Puri Senyiur.
"Saya berharap pertemuan kita malam ini
menjadi momentum yang tepat untuk menjalin keakraban dan mempererat kebersamaan
untuk kemajuan teknologi yang akan memberikan suport sistem terhadap
pengembangan dan peningkatan taraf perekonomian masarakat," ujar Hero
Mardanus membacakan sambutan Wali Kota.
Menurutnya, Kota Samarinda berada pada wilayah
yang mengarah pada kota metropolitan, dengan luas 716 Kilometer persegi,
terdiri dari 10 kecamatan dan 59 kelurahan ini sedang berupaya melakukan
pembangunan di segala bidang dalam bentuk kebijakan peningkatan sumberdaya
manusia, pebangunan sarana-prasarana, dan penguatan perekonomian, termasuk
penguatan dalam penerapan teknologi tepat guna. Karena penerapan teknologi
sangat penting dalam memudahkan pekerjaan.
"Secara teknologi, Teknologi Tepat Guna
menjadi jembatan antara teknologi tradisonal dan teknologi maju. Oleh karena
itu aspek -aspek sosial kultural dan ekonomi juga merupakan dimensi yang harus
diperhitungkan dalam mengelola teknologi tepat guna”. (Han)
