Samarinda (Humas) - Dalam rangka
menjaga kualitas tata kelola pendidikan serta memastikan efektivitas
kepemimpinan madrasah, Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) MA Darul Ihsan
Samarinda dilaksanakan pada Senin (08/12), bertempat di Ruang Pertempuran MA
Darul Ihsan Samarinda. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang
diselenggarakan setiap akhir tahun sebagai bagian dari upaya evaluasi
menyeluruh terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kepala madrasah dalam
memimpin dan mengelola satuan pendidikan.
Kegiatan PKKM tersebut dihadiri
oleh Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Samarinda, Bapak H. Basri, M.Sc,
selaku penilai, Kepala Madrasah Aliyah Darul Ihsan, Ustadz Moh. Yusuf, S.Pd.I,
serta beberapa jajaran dewan guru MA Darul Ihsan. Kehadiran para pemangku
kepentingan ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat kualitas
manajemen, tata kelola sekolah, serta peningkatan mutu layanan pendidikan
madrasah.
Pelaksanaan PKKM dilakukan secara
komprehensif melalui berbagai tahapan, mulai dari pemaparan laporan kinerja, penelaahan
dokumen perencanaan dan pelaksanaan program, hingga diskusi dan klarifikasi
langsung terkait kebijakan serta langkah strategis yang telah ditempuh kepala
madrasah selama tahun berjalan. Aspek penilaian mencakup bidang manajerial,
pengembangan program madrasah, kewirausahaan, kepemimpinan, serta penguatan
mutu pembelajaran dan sumber daya manusia.
Dalam arahannya, H. Basri, M.Sc
menegaskan bahwa kepala madrasah di era saat ini dituntut untuk tidak hanya
mampu menjalankan tugas administratif semata, tetapi juga harus memiliki daya
adaptasi yang tinggi terhadap berbagai perkembangan, baik di bidang teknologi,
kurikulum, maupun dinamika sosial masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya
menghadirkan inovasi-inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan madrasah agar
proses pembelajaran semakin relevan, kreatif, dan mampu menjawab tantangan
zaman.
Lebih lanjut, beliau juga
mendorong agar kepala madrasah dapat menjadi motor penggerak perubahan,
membangun budaya kerja yang kolaboratif, serta mampu memberdayakan seluruh
potensi guru dan tenaga kependidikan secara optimal. Dengan kepemimpinan yang
kuat, adaptif, dan visioner, madrasah diharapkan mampu terus meningkatkan mutu
layanan pendidikan sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, Ustadz Moh. Yusuf,
S.Pd.I dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan PKKM
sebagai sarana refleksi dan evaluasi diri terhadap kinerja kepemimpinan yang
telah dijalankan. Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan
berkelanjutan, memperkuat program unggulan madrasah, mendorong peningkatan
kompetensi guru, serta mengembangkan inovasi pembelajaran yang lebih efektif
dan bermakna bagi peserta didik.
Kegiatan PKKM ini juga dimaknai
sebagai momentum penting untuk menyusun langkah strategis ke depan, khususnya
dalam menghadapi tantangan pendidikan modern yang menuntut fleksibilitas,
kreativitas, dan penguasaan teknologi. Melalui evaluasi yang objektif,
diharapkan arah kebijakan madrasah semakin terarah, terukur, dan selaras dengan
visi pengembangan pendidikan nasional.
Dengan terselenggaranya PKKM ini,
MA Darul Ihsan Samarinda diharapkan semakin mantap dalam mewujudkan madrasah
yang profesional, adaptif, inovatif, serta berdaya saing, sekaligus menjadi
lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi berilmu, berkarakter, dan siap
menghadapi masa depan. (DNA/foto:PP)
