Samarinda (Humas) - Pengawas Madrasah H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd melaksanakan rangkaian kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun 2025 dan Monitoring Inovasi Menuju Adiwiyata Mandiri di MI Al Mujahidin, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, pada Rabu (19/11). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses peningkatan mutu kepemimpinan kepala madrasah sekaligus penguatan program lingkungan hidup berkelanjutan yang terus dikembangkan MI Al Mujahidin.
Kegiatan PKKM dilaksanakan secara
menyeluruh dengan sasaran penilaian terhadap Kepala MI Al Mujahidin Hj.
Hermawati, M.Pd. Proses penilaian meliputi beberapa aspek utama yang menjadi
indikator kinerja kepala madrasah, yakni program pengembangan madrasah, program
manajerial, program kewirausahaan, serta program supervisi tenaga pendidik dan
tenaga kependidikan. Seluruh aspek dinilai melalui pendekatan terstruktur,
mulai dari pengecekan dokumen perencanaan dan data dukung, evaluasi pelaksanaan
program kerja, hingga sesi wawancara mendalam untuk melihat sejauh mana peran
kepemimpinan kepala madrasah dijalankan secara efektif.
Dalam kesempatan yang sama,
Pengawas Madrasah juga melaksanakan monitoring inovasi Adiwiyata Mandiri yang
menyasar Tim Adiwiyata MI Al Mujahidin. Madrasah ini memiliki rekam jejak yang
kuat dalam program Adiwiyata, mulai dari menjadi Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota
Samarinda, kemudian meningkat ke Tingkat Provinsi Kalimantan Timur, hingga
akhirnya berhasil meraih predikat Madrasah Adiwiyata Nasional pada Tahun 2024.
Pencapaian ini mengantarkan MI Al Mujahidin untuk melangkah ke jenjang
berikutnya yaitu Adiwiyata Mandiri, sebuah kategori penghargaan tertinggi dalam
program sekolah berbasis lingkungan.
Untuk mencapai Adiwiyata Mandiri,
MI Al Mujahidin bertindak sebagai madrasah pembina bagi beberapa madrasah lain
di Kota Samarinda, yaitu MIN 1 Samarinda, MI Al Huda, MI Ma’arif NU 003, dan MI
Ash Shobirin. Peran sebagai madrasah pembina menjadi bukti komitmen MI Al
Mujahidin dalam penyebaran praktik baik lingkungan ke madrasah-madrasah
lainnya. Dalam proses pembinaan, MI Al Mujahidin tidak hanya memberikan
pendampingan, tetapi juga menyuguhkan contoh nyata berbagai inovasi lingkungan
yang sedang mereka kembangkan.
Berbagai inovasi ramah lingkungan
yang telah dikembangkan menjadi salah satu kekuatan MI Al Mujahidin dalam
menghadapi penilaian Adiwiyata Mandiri. Produk inovasi yang ditampilkan di
antaranya pembuatan pupuk eco enzyme yang berasal dari fermentasi bahan
organik, pembuatan pupuk kompos sebagai hasil pengolahan sampah dapur dan
sampah organik lainnya, serta produksi lilin dari minyak jelantah sebagai
langkah kreatif mengolah limbah rumah tangga. Selain itu, terdapat juga inovasi
berupa aromaterapi berbahan dasar serai wangi dan minuman herbal jahe sebagai
bentuk penguatan kewirausahaan berbasis lingkungan.
Seluruh kegiatan inovasi tersebut
menunjukkan bahwa MI Al Mujahidin tidak hanya fokus pada aspek penilaian
administrasi, tetapi juga komitmen nyata dalam membangun budaya lingkungan
hidup yang berkelanjutan. Program-program yang dijalankan melibatkan seluruh
warga madrasah, termasuk guru, tenaga kependidikan, siswa, dan komite madrasah
sehingga terbentuk ekosistem sekolah hijau yang kuat. Keterlibatan warga
madrasah juga menjadi modal besar dalam proses penilaian Adiwiyata Mandiri yang
menekankan partisipasi aktif seluruh elemen sekolah.
Melalui pelaksanaan PKKM dan
monitoring inovasi Adiwiyata Mandiri ini, H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd berharap
MI Al Mujahidin terus konsisten menjaga kualitas kepemimpinan, mutu program
pembelajaran, serta komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Upaya yang
dilakukan diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi madrasah,
tetapi juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar melalui budaya
peduli lingkungan yang semakin kuat.
Dengan pencapaian dan persiapan
yang matang, MI Al Mujahidin menunjukkan kesiapannya untuk melangkah menuju
predikat Madrasah Adiwiyata Mandiri dan menjadi role model bagi madrasah lain
di Kota Samarinda. Upaya ini menegaskan bahwa kualitas madrasah tidak hanya
diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kontribusinya dalam membentuk
generasi yang peduli terhadap lingkungan dan memiliki budaya hidup bersih,
sehat, serta berkelanjutan. (DNA/foto:PP)
