Samarinda (Humas) - MTs
Muhammadiyah 1 menyelenggarakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah
(PKKM) yang dirangkaikan dengan diseminasi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta
(KBC) pada Senin (29/12). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya
berkelanjutan dalam meningkatkan mutu tata kelola madrasah serta kualitas
proses pembelajaran yang berorientasi pada kurikulum cinta.
Kegiatan tersebut dilaksanakan
oleh Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd., yang berperan sebagai pelaksana PKKM
sekaligus narasumber dalam diseminasi KBC. PKKM merupakan instrumen strategis
untuk menilai kinerja kepala madrasah secara menyeluruh, meliputi aspek
kepemimpinan manajerial, pengembangan kewirausahaan madrasah, supervisi
akademik, serta penguatan budaya mutu dan inovasi pendidikan.
Proses PKKM berlangsung secara
sistematis dan objektif melalui penelaahan dokumen perencanaan dan pelaksanaan
program madrasah, evaluasi administrasi pembelajaran, serta pemaparan capaian
kinerja oleh kepala madrasah. Selain itu, dilakukan pula dialog dan refleksi
bersama guna mengidentifikasi praktik baik yang telah berjalan serta area
pengembangan yang perlu ditingkatkan ke depannya.
Pada sesi selanjutnya, kegiatan
dilanjutkan dengan diseminasi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang
diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MTs Muhammadiyah 1. Dalam
paparannya, Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd. menjelaskan bahwa KBC menekankan
pembelajaran yang berfokus pada kompetensi peserta didik secara
holistik, mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Lebih lanjut disampaikan bahwa
implementasi KBC menuntut peran aktif guru dalam merancang pembelajaran yang
kontekstual, bermakna, serta berpihak pada kebutuhan peserta didik. Guru
diharapkan mampu menyusun perencanaan pembelajaran yang selaras dengan capaian
pembelajaran, menerapkan strategi asesmen yang autentik, serta melakukan
refleksi berkelanjutan terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Kegiatan diseminasi berlangsung
interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para guru tampak antusias
menyampaikan pengalaman, tantangan, serta gagasan inovatif terkait penerapan
KBC di ruang kelas. Diskusi ini menjadi wadah berbagi praktik baik sekaligus
memperkuat pemahaman bersama agar implementasi kurikulum dapat berjalan secara
optimal dan berkesinambungan.
Melalui pelaksanaan PKKM dan
diseminasi implementasi KBC ini, diharapkan MTs Muhammadiyah 1 semakin siap
dalam mengembangkan tata kelola madrasah yang profesional dan akuntabel, serta
mampu meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak nyata bagi peserta
didik. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen
seluruh warga madrasah dalam mewujudkan pendidikan yang unggul, berkarakter,
dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (DNA/foto:PP)
