Samarinda (Humas) –MA Darul Ihsan Samarinda melaksanakan kegiatan Penyusunan Dokumen Madrasah dan Rencana Pembelajaran yang difasilitasi oleh Ibu Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola madrasah serta peningkatan mutu pembelajaran melalui perencanaan yang sistematis dan berbasis data, kamis (18/12).
Kegiatan tersebut difokuskan pada
penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT), Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah
(RKAM), serta Kurikulum Madrasah (KM) yang disusun berdasarkan Rapor Pendidikan
dan Evaluasi Diri Madrasah (EDM). Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan
bahwa seluruh program dan penganggaran madrasah dirancang secara terarah,
terukur, dan akuntabel sesuai dengan kebutuhan serta kondisi riil madrasah.
Dalam proses penyusunan dokumen,
Ibu Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd. menekankan pentingnya pemanfaatan data Rapor
Pendidikan dan EDM sebagai dasar pengambilan keputusan. Melalui analisis data
tersebut, madrasah dapat mengidentifikasi capaian kinerja, tantangan yang
dihadapi, serta menetapkan prioritas pengembangan secara lebih objektif. Dengan
demikian, dokumen RKT, RKAM, dan KM yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi
pedoman strategis dalam pelaksanaan program madrasah.
Selain penguatan perencanaan
kelembagaan, kegiatan ini juga mencakup penyusunan rencana pembelajaran yang
inovatif dan adaptif terhadap perkembangan kebijakan serta teknologi
pendidikan. Rencana pembelajaran disusun dengan mengintegrasikan Pendekatan
Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kurikulum Berbasis Capaian (KBC), yang
menekankan penguatan kompetensi, pemahaman konseptual yang bermakna, serta
keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar.
Integrasi PM dan KBC tersebut
diperkuat dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu
pembelajaran. Dalam kegiatan ini, AI diperkenalkan sebagai sarana pendukung
bagi guru dalam menyusun perangkat ajar, mengembangkan bahan pembelajaran,
serta melakukan evaluasi pembelajaran secara lebih efektif dan efisien.
Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu mendorong pembelajaran yang lebih
kontekstual, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era
digital.
Melalui kegiatan ini, guru dan
pengelola madrasah tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kelengkapan
administrasi, tetapi juga membangun budaya perencanaan dan pembelajaran yang
reflektif, inovatif, dan berkelanjutan. Dokumen perencanaan yang dihasilkan diharapkan
menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan mutu
pembelajaran di madrasah.
Dengan terlaksananya kegiatan
ini, MA Darul Ihsan Samarinda diharapkan mampu memiliki dokumen madrasah yang
berkualitas serta rencana pembelajaran yang inovatif, selaras dengan kebijakan
pendidikan nasional, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di masa kini dan
masa mendatang. (DNA/foto:PP)
