Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog
  • Super User
  • Penmad
  • 2026-01-06 09:53:48
  • 117

Kementerian Agama Kota Samarinda melalui Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyyah (KKMI) Kota Samarinda menggelar kegiatan Diseminasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Madrasah Ibtidaiyyah, yang dilaksanakan selama tiga hari, Selasa hingga Kamis, 6–8 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kerukunan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan diseminasi ini dilaksanakan dalam rangka menyosialisasikan sekaligus menguatkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Ibtidaiyyah yang tergabung dalam KKMI Kota Samarinda. Kurikulum tersebut menekankan pendekatan pembelajaran yang mengedepankan nilai kasih sayang, empati, dan moderasi dalam proses pendidikan di madrasah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kemenag Kota Samarinda, Edy Soltami, S.Ag., M.AP, yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda, Pengawas MI Kemenag Kota Samarinda Syafrudin dan Masrukin, pengurus Kelompok Kerja MI Kota Samarinda, para Wakil Kepala Bidang Kurikulum Madrasah Ibtidaiyyah, serta guru dan tenaga pendidik MI se-Kota Samarinda.

Ketua KKMI Kota Samarinda, Tajuddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta diikuti oleh sekitar 300 peserta, sehingga pelaksanaannya dibagi ke dalam tiga hari agar berjalan efektif dan optimal. Ia juga menegaskan bahwa Madrasah Ibtidaiyyah di Kota Samarinda kini semakin diminati masyarakat.

“Madrasah Ibtidaiyyah di Kota Samarinda tidak lagi dipandang sebelah mata. Saat ini jumlah siswa MI telah mencapai kurang lebih 5.000 orang. Ini menunjukkan bahwa MI telah menjadi pilihan utama masyarakat dalam pendidikan dasar,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Abdul Khaliq, M.Pd  dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia dan peserta atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengaku merasa senang dan bahagia karena melalui kegiatan ini dapat kembali menjalin silaturahmi dengan para guru Madrasah Ibtidaiyyah.

Lebih lanjut, Kakanwil menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta pada hakikatnya adalah bagaimana guru mengajar dengan penuh kasih sayang. Menurutnya, madrasah tidak boleh menjadi tempat yang menanamkan kebencian, melainkan ruang yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak.

“Kita tidak boleh mengajarkan kebencian kepada anak-anak kita. Jangan sampai di madrasah, guru menjadi sosok yang menakutkan. Jadilah guru yang bisa menjadi teman bagi anak-anak,” pesannya.

Kegiatan Diseminasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur dan diharapkan mampu memperkuat pemahaman serta penerapan nilai-nilai cinta, toleransi, dan moderasi beragama dalam proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyyah se-Kota Samarinda. (rey/sif)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30