Samarinda (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H, menghadiri kegiatan Workshop Review Dokumen 1 dan Dokumen 2 MA Al-Mujahidin dalam rangka implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dilaksanakan di MA Al-Mujahidin, Senin (8/6/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MA Al-Mujahidin. Turut hadir Direktur Eksekutif Yayasan Al-Mujahidin Kalimantan Timur Dr. H. Baequni, M.Pd, narasumber Yahya, M.Kom, Ketua Pokjawas Drs. H. Jumian, Pengawas Manajerial Imran, M.Pd, serta Kepala MA Al-Mujahidin beserta jajaran pendidik.
Direktur Eksekutif Yayasan Al-Mujahidin, Baequni, dalam sambutannya menyampaikan bahwa yayasan terus berupaya melakukan berbagai pembenahan guna meningkatkan kualitas pendidikan dan tata kelola lembaga. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat ekosistem pendidikan di lingkungan yayasan melalui pembaruan rencana strategis (renstra) serta penguatan sistem yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di kelas, tetapi juga pada keselarasan visi, dokumen perencanaan, serta komitmen seluruh unsur pendidikan dalam mewujudkan tujuan bersama.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda, Nasrun, menegaskan pentingnya Dokumen 1 dan Dokumen 2 sebagai pedoman utama dalam penyelenggaraan pendidikan madrasah. Dokumen tersebut menjadi arah sekaligus referensi dalam pelaksanaan kurikulum yang harus disusun sesuai regulasi yang berlaku, termasuk mengacu pada ketentuan dalam KMA Nomor 183 Tahun 2019.
Ia juga mengingatkan bahwa guru dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan dan kompetensinya seiring perkembangan dunia pendidikan. Konsep deep learning serta implementasi Kurikulum Berbasis Cinta menjadi bagian penting yang perlu dipahami dan diterapkan dalam proses pembelajaran.
“Guru dan tenaga pendidik harus terus belajar dan beradaptasi. Generasi yang kita hadapi hari ini bukan lagi generasi masa lalu, melainkan generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang sangat pesat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kota Samarinda berharap seluruh pendidik dapat semakin memahami arah kebijakan pendidikan madrasah serta mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan kepedulian sosial yang kuat.
Workshop review dokumen ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan MA Al-Mujahidin dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta menyiapkan peserta didik yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. (sif/rey/dna)
