Samarinda (Humas) - Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), Pengawas PAI Kementerian Agama Kota Samarinda, Hildayani, S.Pd.I, melaksanakan kegiatan pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) sekaligus berbagi praktik baik di SMP Negeri 31 Samarinda pada Rabu (20/5). Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.15 hingga 11.30 WITA dengan diikuti oleh para guru PAI di lingkungan sekolah tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian
dari tugas pembinaan berkelanjutan yang dilakukan oleh pengawas PAI guna
memastikan proses pembelajaran berjalan secara efektif, inovatif, dan sesuai
dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Dalam sambutannya, Hildayani menyampaikan
bahwa guru PAI memiliki peran strategis tidak hanya dalam menyampaikan materi
pembelajaran, tetapi juga dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik.
“Guru PAI harus mampu menjadi
teladan sekaligus inspirator bagi siswa. Oleh karena itu, penting untuk terus
meningkatkan kompetensi, baik dari sisi pedagogik, profesional, sosial, maupun
kepribadian,” ujarnya.
Dalam sesi pembinaan, Hildayani
memberikan penguatan terkait perencanaan pembelajaran, penyusunan perangkat
ajar, serta strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Ia juga menekankan
pentingnya pemanfaatan metode yang variatif dan kontekstual agar materi PAI
dapat dipahami dengan lebih mudah dan menarik oleh peserta didik.
Selain itu, kegiatan dilanjutkan
dengan sesi berbagi praktik baik (best practice) yang menjadi salah satu momen
penting dalam pertemuan tersebut. Pada sesi ini, para guru diberikan kesempatan
untuk mempresentasikan pengalaman terbaik mereka dalam mengelola pembelajaran,
termasuk penggunaan media pembelajaran kreatif, pendekatan berbasis proyek,
serta strategi dalam menanamkan nilai-nilai keislaman secara aplikatif di
lingkungan sekolah.
Diskusi berlangsung aktif dan
interaktif, di mana para peserta saling bertukar ide, memberikan masukan, serta
membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran PAI.
Beberapa isu yang mengemuka antara lain terkait motivasi belajar siswa,
pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta penguatan pendidikan karakter
di era digital.
Hildayani mengapresiasi
antusiasme para guru dalam mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan
seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah
refleksi dan pengembangan diri bagi para guru PAI.
“Melalui forum seperti ini, kita
dapat saling belajar dan memperkaya wawasan. Harapannya, praktik-praktik baik
yang telah dibagikan dapat diadaptasi dan diterapkan di sekolah masing-masing,”
tambahnya.
Kegiatan pembinaan ini diharapkan
mampu memperkuat sinergi antar guru PAI serta mendorong terciptanya inovasi
dalam pembelajaran. Dengan demikian, kualitas pendidikan agama Islam di sekolah
dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter
generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, dan berdaya saing. (DNA/foto:PP)
