Samarinda (Humas) - Dalam upaya memperkuat sinergi dan menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Kota Samarinda, Yanses Tandi, M.Si mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda menghadiri kegiatan Musyawarah Daerah (MusDa) Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Samarinda Tahun 2026 yang dilaksanakan di Gereja GPMII Sungai Kunjang, Kamis (28/5).
Kegiatan yang mengusung tema “Injil, Anugerah, Marwah dan
Amanah” tersebut berlangsung dengan penuh suasana kekeluargaan, persaudaraan,
dan semangat kebersamaan. MusDa PGLII menjadi momentum penting bagi seluruh
anggota dan pengurus organisasi untuk melakukan evaluasi pelayanan, memperkuat
koordinasi antar gereja dan lembaga Injili, sekaligus menentukan arah
kepengurusan dan program strategis organisasi ke depan.
Acara dimulai sejak pagi hari dengan registrasi peserta yang
dilanjutkan dengan pembukaan seremonial, tarian penyambutan tamu, menyanyikan
lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PGLII, serta laporan panitia dan
sambutan dari berbagai pihak. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ibadah
pembukaan, sidang pleno organisasi, pemilihan ketua Pengurus Daerah PGLII Kota
Samarinda, hingga pengukuhan dan pelantikan pengurus baru periode 2026–2030.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan
organisasi keagamaan dalam kegiatan tersebut menunjukkan eratnya hubungan dan
kolaborasi antar lembaga dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman
masyarakat Kota Samarinda. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota PGLII
Kota Samarinda, Kepala Kesbangpol Kota Samarinda mewakili Wali Kota Samarinda,
Pengurus PGLII Wilayah Kalimantan Timur, perwakilan Kejaksaan Negeri Kota
Samarinda, Ketua DAD Kota Samarinda, perwakilan Polresta Samarinda, Pengurus
BamagNas Kota Samarinda, Pengurus PGPI Kota Samarinda, Pengurus API Kota
Samarinda, serta Pengurus MUKI Kota Samarinda.
Sekitar 100 peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh
antusias dan khidmat. Suasana kebersamaan terlihat selama kegiatan berlangsung,
baik dalam sesi ibadah maupun dalam sidang musyawarah organisasi. Hal tersebut
mencerminkan semangat persaudaraan dan komitmen bersama untuk terus menjaga
nilai-nilai toleransi, pelayanan, serta kebersamaan di tengah masyarakat yang
majemuk.
Kehadiran perwakilan Kementerian Agama Kota Samarinda dalam
kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan moderasi beragama
dan pembangunan kehidupan keagamaan yang harmonis di Kota Samarinda. Melalui
forum MusDa ini diharapkan terjalin koordinasi, komunikasi, dan kerja sama yang
semakin baik antarorganisasi keagamaan demi mendukung terciptanya masyarakat
yang damai, rukun, dan saling menghargai.
Selain menjadi agenda organisasi, MusDa PGLII Kota Samarinda
2026 juga menjadi ruang silaturahmi antar tokoh dan lembaga keagamaan untuk
mempererat hubungan emosional dan membangun semangat pelayanan bersama bagi
masyarakat. Dengan semangat “Injil, Anugerah, Marwah dan Amanah”, kegiatan ini
diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang amanah, solid, dan mampu membawa
organisasi semakin aktif berkontribusi dalam pembangunan sosial dan kehidupan
beragama di Kota Samarinda. (DNA/foto:PP)
