Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog

Samarinda (Humas) -  SMKN 15 Samarinda menggelar Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari upaya penguatan karakter peserta didik agar tumbuh sebagai pelajar yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Kegiatan keagamaan ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh sekitar 1.400 peserta didik, didampingi para guru serta tenaga pendidik di lingkungan sekolah, Jum’at (23/1).

Peringatan Isra’ Mi’raj yang mengusung tema “Momentum Penguatan Karakter Pelajar Beriman dan Berakhlak” ini turut dihadiri oleh Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Tingkat SMA/SMK Kementerian Agama Kota Samarinda, Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd. Kehadiran pengawas PAI tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan agama dan karakter di satuan pendidikan menengah kejuruan.

Kegiatan ini diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Muhammad Yahya Al Hafidz, S.H., M.H., CPEC, yang menyampaikan materi secara mendalam namun tetap komunikatif dan mudah dipahami oleh para pelajar. Dalam penyampaiannya, beliau menguraikan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW bukan sekadar peristiwa luar biasa dalam sejarah Islam, melainkan mengandung nilai-nilai fundamental yang relevan dengan kehidupan pelajar masa kini.



Dijelaskan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj mencakup dimensi fisik atau geografis (Isra’), yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem menggunakan Buraq, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra’ ayat 1. Perjalanan ini menjadi bukti kekuasaan Allah SWT sekaligus penguatan keimanan umat Islam terhadap kebesaran-Nya.

Selanjutnya, dimensi spiritual atau metafisik (Mi’raj) menggambarkan perjalanan Nabi Muhammad SAW menembus tujuh lapis langit hingga Sidratul Muntaha, tempat Rasulullah SAW bertemu dengan Allah SWT. Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para nabi terdahulu, mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Ibrahim AS. Pada momen inilah Allah SWT menetapkan perintah salat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam dan tiang penegak agama.

Peristiwa Isra’ Mi’raj juga mengandung dimensi sosial dan kepemimpinan, yang tercermin ketika Nabi Muhammad SAW mengimami salat para nabi di Masjidil Aqsa. Hal ini menjadi simbol estafet kepemimpinan umat manusia kepada risalah Islam serta pesan kuat tentang persatuan umat tanpa dibatasi oleh ruang, waktu, dan perbedaan latar belakang.

Selain itu, terdapat dimensi syariat dan keimanan yang menegaskan pentingnya menjaga kesucian fitrah dan keteguhan iman. Hal tersebut tergambar saat Nabi Muhammad SAW dihadapkan pada dua pilihan, yaitu susu dan arak, dan Rasulullah SAW memilih susu sebagai simbol kesucian, kebenaran, serta petunjuk Allah SWT. Nilai ini menjadi pesan moral bagi pelajar agar senantiasa memilih jalan hidup yang baik, benar, dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini didukung oleh para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMKN 15 Samarinda, yakni Darminah, S.Ag., M.Pd., Rahmat, S.Ag., Suharman, M.Ag., dan Wiwik Nurlaila, S.Pd. Meski saat ini SMKN 15 Samarinda berada dalam masa transisi kepemimpinan karena kepala sekolah telah memasuki masa purna tugas dan belum ada penunjukan kepala sekolah definitif, pelaksanaan kegiatan tetap berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kebersamaan.

Melalui peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini, diharapkan seluruh peserta didik SMKN 15 Samarinda semakin memahami makna salat sebagai pondasi keimanan, mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW, serta mengimplementasikan nilai-nilai spiritual, sosial, dan kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. (DNA/foto:PP)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30