Samarinda (Humas) - Kegiatan Penilaian Kinerja Kepala RA (Raudhatul Athfal) kembali digelar sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu pendidikan anak usia dini, dan pada tahun ini RA Al Qalbu menjadi salah satu lembaga yang mendapatkan pendampingan penilaian tersebut. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (18/11), ini dihadiri oleh Hj. Nina, S.Pd., M.Pd.I selaku pengawas madrasah yang bertugas melakukan verifikasi dan evaluasi, serta Kepala RA Al Qalbu, Ibu Lutfia, S.Pd, yang menjalani proses penilaian atas kinerja kepemimpinannya selama satu tahun terakhir. Penilaian ini dilaksanakan sebagai bagian dari amanat perundang-undangan untuk memastikan kepala RA menjalankan tugas pokok dan fungsi secara optimal sebagai pemimpin, manajer, serta penggerak peningkatan kualitas madrasah.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan
penilaian berlangsung secara sistematis melalui penelaahan dokumen, diskusi
mendalam, serta observasi langsung terhadap aspek manajerial dan implementasi
program-program madrasah. Salah satu fokus utama yang dievaluasi adalah kepemimpinan
kepala RA, khususnya dalam merumuskan visi, mengarahkan kebijakan, serta
membangun budaya kerja yang profesional dan kolaboratif. Selain itu,
pengelolaan kurikulum dan pembelajaran menjadi poin penting, mencakup bagaimana
perencanaan pembelajaran disusun, bagaimana proses belajar mengajar dijalankan,
serta bagaimana evaluasi dilakukan untuk memastikan tumbuh kembang peserta
didik tercapai secara optimal.
Aspek lain yang turut dinilai
adalah pengembangan peserta didik, yang mencerminkan sejauh mana kepala RA
menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan mendukung kebutuhan anak
usia dini. Manajemen sumber daya juga menjadi perhatian, termasuk bagaimana
kepala RA mengelola tenaga pendidik, anggaran, sarana prasarana, serta berbagai
program pendukung pembelajaran. Kemudian, hubungan dan kemitraan dengan
masyarakat serta orang tua siswa menjadi elemen penting dalam penilaian, karena
kolaborasi yang baik akan berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan.
Pengawas juga menilai bagaimana
kepala RA mengembangkan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan melalui
kegiatan pelatihan, pendampingan, maupun inovasi pembelajaran. Tidak kalah
penting, aspek inovasi dan kewirausahaan menjadi indikator untuk melihat
kemampuan madrasah beradaptasi, berkembang, dan menciptakan peluang baru yang
dapat memperkuat kualitas lembaga. Seluruh proses penilaian dilengkapi dengan
pengukuran terhadap pencapaian Delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang
menjadi tolok ukur kualitas lembaga pendidikan formal di Indonesia.
Melalui kegiatan penilaian ini,
diharapkan Kepala RA Al Qalbu semakin mampu menjalankan perannya secara
optimal, serta dapat terus meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini
di lingkungan madrasah. Hasil evaluasi ini juga menjadi bahan penting untuk
perbaikan berkelanjutan, sehingga RA Al Qalbu dapat menjadi lembaga yang
unggul, inovatif, dan semakin dipercaya masyarakat. (DNA/foto:PP)
