Samarinda (Humas) – Dalam rangka
meningkatkan profesionalisme dan efektivitas kepemimpinan di lingkungan
Raudhatul Athfal (RA), kegiatan Penilaian Kinerja Kepala RA serta Monitoring
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan di RA Ma’arif NU 005 Samarinda
pada Rabu (12/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda penting dalam
pengawasan mutu lembaga pendidikan anak usia dini yang berada di bawah naungan
Kementerian Agama.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pengawas
Madrasah Hj. Nina, S.Pd., M.Pd.I bersama Kepala RA Ma’arif NU 005 Hj. Masitah,
S.Pd., yang turut mendampingi jalannya seluruh proses kegiatan. Pelaksanaan
penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mengacu pada pedoman penilaian
kinerja kepala RA yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.
Tujuan utama dari kegiatan
penilaian ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana kepala RA melaksanakan
tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin, manajer, serta penggerak
peningkatan mutu pendidikan di lembaga yang dipimpinnya. Penilaian ini juga
dimaksudkan untuk memastikan bahwa pengelolaan lembaga pendidikan telah
berjalan secara efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kualitas
pembelajaran anak usia dini.
Fokus penilaian mencakup beberapa
aspek penting, di antaranya kepemimpinan dan manajerial, yang menilai kemampuan
kepala RA dalam merumuskan visi, misi, serta mengelola seluruh kegiatan
madrasah dengan baik. Aspek pengelolaan kurikulum dan pembelajaran juga menjadi
perhatian, di mana kepala RA diharapkan mampu memastikan seluruh kegiatan
pembelajaran berjalan sesuai dengan standar yang berlaku dan mampu menumbuhkan
potensi anak secara menyeluruh.
Selain itu, penilaian juga
mencakup pengembangan peserta didik, yang berfokus pada upaya menciptakan
lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Aspek manajemen sumber
daya menilai sejauh mana kepala RA mampu mengelola tenaga pendidik, keuangan,
serta sarana dan prasarana dengan optimal. Sementara itu, hubungan dengan
masyarakat dan orang tua menjadi indikator penting dalam membangun kerja sama
yang harmonis antara pihak madrasah dan para pemangku kepentingan.
Aspek lain yang turut menjadi
perhatian adalah pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan, di mana kepala
RA memiliki tanggung jawab untuk mendorong peningkatan profesionalisme guru dan
staf melalui berbagai kegiatan pelatihan dan pembinaan. Selain itu, aspek inovasi
dan kewirausahaan juga dinilai sebagai kemampuan kepala RA dalam menciptakan
ide-ide baru serta mengembangkan program yang dapat memperkuat kemandirian
lembaga. Penilaian kemudian diakhiri dengan tinjauan terhadap pencapaian
delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagai tolak ukur keberhasilan
penyelenggaraan pendidikan di madrasah.
Bersamaan dengan pelaksanaan
penilaian kinerja, pengawas juga melakukan monitoring terhadap program Makan
Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di RA Ma’arif NU 005. Program MBG
merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang bertujuan mendukung
pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak usia dini agar tumbuh sehat, cerdas, dan
bersemangat dalam belajar.
Hasil monitoring menunjukkan
bahwa pelaksanaan program MBG di RA Ma’arif NU 005 berjalan dengan baik dan
tertata. Pihak madrasah memastikan bahwa penyediaan makanan bagi peserta didik
memperhatikan aspek kebersihan, kandungan gizi, dan variasi menu agar anak-anak
mendapatkan asupan yang seimbang. Guru dan tenaga kependidikan turut berperan
aktif dalam mengawasi proses penyajian makanan, sementara orang tua ikut
mendukung dengan memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang di rumah.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata
sinergi antara pengawas, kepala madrasah, guru, dan pemerintah dalam mewujudkan
pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan berkarakter. Penilaian kinerja
kepala RA tidak hanya menjadi instrumen evaluasi, tetapi juga media pembinaan
untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan manajerial kepala madrasah.
Sementara itu, pelaksanaan program MBG memperlihatkan komitmen kuat madrasah
dalam mendukung kesejahteraan peserta didik.
Dengan pelaksanaan dua kegiatan
penting ini, diharapkan RA Ma’arif NU 005 dapat terus berkembang menjadi
lembaga pendidikan anak usia dini yang unggul, profesional, dan mampu mencetak
generasi madrasah yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Sinergi antara
pengelolaan yang baik dan perhatian terhadap kebutuhan dasar anak akan menjadi
pondasi kokoh bagi terwujudnya madrasah yang berdaya saing dan berorientasi
masa depan. (DNA/foto:PP)
