Samarinda (Humas) - Kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun 2025 dan pembinaan guru kembali digelar sebagai bagian dari upaya penguatan mutu pendidikan di lingkungan madrasah. Pada Senin (17/11), MI At Taufiq yang berlokasi di Jl. P. Suryanata, Air Putih, Samarinda Ulu, menjadi sasaran pelaksanaan kegiatan evaluasi dan pembinaan tersebut. Pengawas Madrasah, H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd., hadir sebagai penilai sekaligus pembina untuk memastikan seluruh proses manajerial, akademik, dan pengelolaan madrasah berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
PKKM tahun ini berfokus pada
evaluasi kinerja Kepala MI At Taufiq, Muhammad Isnaini, S.Pd., melalui
penelusuran komprehensif terhadap berbagai aspek program kerja madrasah.
Penilaian mencakup empat area utama, yaitu Program Pengembangan Madrasah,
Program Manajerial, Program Kewirausahaan, dan Program Supervisi terhadap
pendidik dan tenaga kependidikan. Setiap program diperiksa melalui analisis
dokumen, telaah data dukung, serta pemahaman pelaksanaan program yang
diterapkan dalam satu tahun terakhir. Selain itu, kegiatan wawancara juga
dilakukan untuk menggali gambaran nyata tentang praktik kepemimpinan kepala
madrasah, mulai dari perencanaan, implementasi, hingga evaluasi berbagai
program strategis yang menunjang peningkatan mutu madrasah.
Tahap crosscheck dokumen
menjadi bagian penting dalam proses penilaian, di mana seluruh data pendukung
dianalisis secara teliti untuk memastikan kesesuaian antara laporan, program
kerja, dan pelaksanaan di lapangan. Dengan adanya pemeriksaan menyeluruh ini,
hasil PKKM diharapkan mampu memberikan gambaran objektif tentang kekuatan dan
aspek yang perlu ditingkatkan dalam pengelolaan MI At Taufiq.
Sejalan dengan pelaksanaan PKKM,
kegiatan ini turut dirangkaikan dengan pembinaan bagi seluruh guru dan staf
madrasah. Pembinaan ini berorientasi pada peningkatan kompetensi pendidik,
terutama terkait persiapan menghadapi Asesmen Akhir yang membutuhkan kesiapan
administrasi, perencanaan pembelajaran, serta pemahaman instrumen penilaian.
Empat kompetensi utama guru juga menjadi fokus penguatan, yaitu kompetensi
kepribadian, pedagogik, profesional, dan sosial. Guru didorong untuk terus
meningkatkan kualitas diri serta mengembangkan metode pembelajaran yang relevan
dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Selain penguatan kompetensi,
pengawas juga memberikan perhatian khusus terhadap keamanan dan kenyamanan
lingkungan belajar. Peringatan mengenai pentingnya mencegah kekerasan dan
bullying di madrasah kembali ditekankan sebagai bagian dari komitmen menciptakan
ruang belajar yang ramah anak. Hal ini menjadi pengingat bagi seluruh pendidik
dan tenaga kependidikan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya terletak pada
aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, perlindungan peserta
didik, dan budaya madrasah yang positif.
Melalui rangkaian kegiatan PKKM
dan pembinaan guru ini, MI At Taufiq diharapkan semakin memiliki arah yang
jelas dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Evaluasi yang komprehensif
dan pembinaan yang berkelanjutan menjadi modal penting bagi madrasah untuk
terus berkembang, memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme guru,
dan menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas serta berorientasi pada
perkembangan peserta didik. (DNA/foto:PP)
