Samarinda (Humas) – Pengawas Madrasah H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd melaksanakan kegiatan Monitoring Pembelajaran Al-Qur’an Metode Ummi dan Pendampingan Pra Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) di MI Plus Nursittah, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda pada Kamis (20/11). Kegiatan ini menyasar dua aspek utama, yaitu kualitas pembelajaran Al-Qur’an yang diterapkan oleh guru-guru metode Ummi serta pendampingan awal bagi Kepala Madrasah yang baru, Ustadz Asep Saepuddin, S.Pd.I., MM, dalam mempersiapkan seluruh dokumen penilaian kinerja.
Pada sesi
monitoring pembelajaran, H. Syafrudin meninjau secara langsung proses
pembelajaran Al-Qur’an dengan Metode Ummi yang selama ini telah menjadi program
unggulan madrasah. Pembelajaran dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis dengan
durasi 60 menit secara terjadwal, menggunakan sistem pengajaran berkelompok
dengan komposisi satu guru untuk 15 siswa. Kurikulum Ummi yang digunakan
terdiri dari 6 jilid utama, ditambah 2 jilid Tajwid dan Gharib sebagai
penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an yang lebih mendalam.
Proses
pembelajaran juga mengikuti tahapan evaluasi berjenjang, di mana setiap siswa
yang telah menyelesaikan satu jilid harus mengikuti ujian kenaikan tingkat yang
diuji langsung oleh guru Koordinator Qur’an. Setelah menyelesaikan seluruh
jilid, siswa melanjutkan ke tahap tadarus dengan menerapkan tajwid dan
pemahaman gharib. Pada akhir rangkaian pembelajaran, siswa akan mengikuti
munaqasah serta uji publik (Imtihan) sebagai bentuk evaluasi
komprehensif atas capaian pembelajaran mereka.
Selain
monitoring pembelajaran, pendampingan Pra PKKM kepada Kepala Madrasah menjadi
bagian penting dari kegiatan ini. H. Syafrudin memberikan arahan mengenai
persiapan dokumen PKKM yang meliputi empat komponen inti: Program Pengembangan
Madrasah, Program Manajerial, Program Kewirausahaan, serta Program Supervisi
Tenaga Pendidik dan Kependidikan. Pendampingan ini bertujuan memastikan Kepala
Madrasah memahami alur penilaian dan mampu menyiapkan dokumen secara
sistematis, akurat, dan sesuai ketentuan.
Kegiatan
monitoring dan pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran Al-Qur’an berbasis metode Ummi di MI Plus Nursittah serta
memperkuat kesiapan manajerial Kepala Madrasah dalam menghadapi proses PKKM
mendatang. Dengan sinergi antara pengawas, guru, dan pimpinan madrasah,
kualitas layanan pendidikan di MI Plus Nursittah diharapkan terus berkembang
menuju madrasah yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. (DNA/foto:PP)
