Samarinda (Humas) - Pengawas
Madrasah Kementerian Agama Kota Samarinda, H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd,
melaksanakan kegiatan Pendampingan Pemetaan Komitmen Perubahan Kepala Madrasah
melalui aplikasi MAGIS (Madrasah Digital Supervision) Tahun 2026 pada Selasa
(27/1). Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di dua madrasah ibtidaiyah,
yakni MI Darussalam Kecamatan Samarinda Utara dan MI At Taufiq Kecamatan
Samarinda Ulu, sebagai bagian dari upaya penguatan supervisi akademik dan
manajerial madrasah berbasis digital. Sasaran kegiatan ini adalah Kepala
Madrasah MI Darussalam, Ibu Novi Nur Malik, S.Pd.I, beserta seluruh guru, serta
Kepala MI At Taufiq, Muhammad Isnaini, S.Pd, bersama seluruh dewan guru.
Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kepala madrasah dan guru dalam memanfaatkan aplikasi MAGIS sebagai instrumen utama supervisi digital yang mendukung pemetaan kinerja dan komitmen perubahan madrasah secara terstruktur dan berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, pengawas terlebih dahulu memfasilitasi pembaruan (update) aplikasi MAGIS agar seluruh fitur dapat digunakan secara optimal sesuai kebutuhan supervisi Tahun 2026. Selain itu, dilakukan pula registrasi akun aplikasi MAGIS bagi guru yang belum memiliki akun, sehingga seluruh pendidik dapat terlibat aktif dalam proses supervisi dan refleksi kinerja berbasis sistem digital.
Selanjutnya, kepala madrasah dan
guru diarahkan untuk melakukan pengisian refleksi kegiatan selama satu tahun
berjalan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Refleksi
ini mencakup evaluasi pelaksanaan tugas kepala madrasah dalam aspek
kepemimpinan dan manajerial, serta refleksi guru dalam pelaksanaan pembelajaran
dan tugas profesional lainnya. Melalui proses refleksi tersebut, peserta
diharapkan mampu menilai capaian kinerja secara objektif sekaligus
mengidentifikasi tantangan dan peluang perbaikan ke depan.
Dalam kegiatan pendampingan ini,
peserta juga melakukan pengisian mindset Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai
bagian dari penguatan paradigma pendidikan madrasah yang humanis, inklusif, dan
berlandaskan nilai-nilai kasih sayang. Pengisian mindset KBC ini diharapkan
dapat menjadi fondasi dalam membangun iklim pembelajaran yang ramah,
berkarakter, serta berorientasi pada pembentukan akhlak mulia peserta didik.
Pada tahap akhir kegiatan,
Pengawas Madrasah H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd melakukan pemetaan terhadap hasil
refleksi kepala madrasah yang telah diinput melalui aplikasi MAGIS. Pemetaan
ini menjadi dasar bagi pengawas dalam melakukan analisis kondisi madrasah,
mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan, serta merumuskan
arah pembinaan dan pendampingan lanjutan. Melalui kegiatan pendampingan ini,
diharapkan kepala madrasah dan guru semakin memiliki kesadaran reflektif,
komitmen perubahan yang jelas, serta kesiapan dalam mengimplementasikan
transformasi digital dan penguatan budaya mutu madrasah pada Tahun 2026. (DNA/PP)
