Samarinda (Humas) - Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Samarinda, Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd., melaksanakan rangkaian kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun 2025 sekaligus Desiminasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MTs Ihya Ulumuddin Samarinda. Agenda ini merupakan bagian dari pelaksanaan PKKM periode panjang 03 Januari hingga 31 Desember 2025, Jum’at (12/12).
Kunjungan ini bertujuan untuk
melakukan evaluasi komprehensif terhadap kinerja kepala madrasah, mencakup
perencanaan program, manajemen kelembagaan, efektivitas supervisi akademik,
serta kualitas implementasi pembelajaran sepanjang tahun. Dalam kegiatan
tersebut, Siti Djulaikah menelaah berbagai dokumen yang menjadi dasar
penilaian, seperti Rencana Kerja Madrasah (RKM), laporan kegiatan, perangkat
pembelajaran, hasil supervisi, hingga capaian program unggulan madrasah.
Selain menilai administrasi, ia
juga melakukan dialog langsung dengan kepala madrasah dan tim manajemen untuk
menggali lebih jauh proses pelaksanaan program, tantangan yang dihadapi, serta
strategi pengembangan mutu yang telah dijalankan. Pendekatan ini diharapkan
memberikan gambaran nyata terhadap kondisi madrasah sekaligus memastikan adanya
kesinambungan pembinaan antara pengawas dan pihak madrasah.
Di sela kegiatan PKKM, Siti
Djulaikah juga melaksanakan Desiminasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), sebuah
pendekatan kurikulum yang menekankan pendidikan karakter berbasis nilai kasih
sayang, perhatian, dan budaya saling menghargai. Dalam pemaparan materi, ia
menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya konsep, tetapi sebuah
gerakan budaya yang mengajak seluruh warga madrasah, mulai dari guru, siswa,
hingga tenaga kependidikan , untuk menumbuhkan interaksi positif dan
pembelajaran yang lebih humanis.
Lebih lanjut, beliau menegaskan
bahwa KBC menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan madrasah ramah
anak dan lingkungan belajar yang kondusif. Pendekatan ini diyakini mampu
menguatkan nilai akhlakul karimah, mengembangkan kecerdasan emosional peserta
didik, serta meningkatkan motivasi belajar melalui hubungan yang harmonis
antara guru dan siswa.
Pihak MTs Ihya Ulumuddin
menyampaikan apresiasi atas kehadiran pengawas dan pendampingan yang diberikan.
Kepala madrasah turut menyampaikan bahwa PKKM dan desiminasi KBC menjadi
momentum penting bagi pihaknya untuk terus memperbaiki tata kelola madrasah,
memperkuat budaya kerja, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang
berorientasi pada karakter dan prestasi.
Melalui pelaksanaan PKKM ini,
madrasah mendapatkan gambaran objektif mengenai area yang telah berjalan baik
maupun yang perlu diperkuat. Sementara desiminasi KBC memberikan inspirasi
untuk memperluas praktik pembelajaran yang penuh cinta, kepedulian, dan
penghargaan terhadap seluruh potensi peserta didik.
Dengan terselenggaranya dua
agenda penting ini, diharapkan MTs Ihya Ulumuddin semakin siap mewujudkan
lingkungan pendidikan yang unggul, kompetitif, dan berkarakter, sekaligus
mendukung program penguatan mutu madrasah yang dicanangkan Kementerian Agama. (DNA/foto:PP)
