Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog

Samarinda (Humas) - Penguatan kompetensi guru Raudhatul Athfal (RA) menjadi bagian penting dalam menyiapkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Hal tersebut diwujudkan melalui Workshop “Penguatan Penguasaan Coding dan AI serta Implementasi Integrasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) serta Bermain, Berpikir, Berkarya dalam Pembelajaran, Menyongsong Indonesia Emas 2045” yang digelar di Aula IKIP PGRI Kaltim, Samarinda, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Samarinda tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas guru RA dalam mengembangkan pembelajaran yang memadukan teknologi, pembelajaran mendalam, serta nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. Workshop berlangsung mulai pukul 08.00 hingga selesai dengan rangkaian materi dan praktik yang dirancang untuk mendukung pembelajaran kreatif di RA.



Dalam kegiatan tersebut, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Samarinda, Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd., hadir sebagai salah satu narasumber. Ia menyampaikan materi mengenai implementasi integrasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam pembelajaran serta konsep bermain, berpikir, dan berkarya sebagai fondasi computational thinking anak di era artificial intelligence (AI). Materi tersebut disampaikan bersama Mujahiddah, M.Psi., dosen UINSI Samarinda.

Materi tersebut memberikan penguatan kepada para pendidik mengenai pentingnya menghadirkan pengalaman belajar yang mendorong anak untuk aktif bermain, berpikir, dan berkarya. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengenalkan kemampuan berpikir komputasional sejak dini dengan tetap memperhatikan karakteristik dan tahap perkembangan anak.

Kegiatan turut dihadiri Pengawas RA Kementerian Agama Kota Samarinda, Nina, S.Pd., M.Pd.I., yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan Kementerian Agama terhadap peningkatan kompetensi pendidik RA, khususnya dalam menghadapi perkembangan pembelajaran berbasis teknologi dan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta.

Selain materi yang disampaikan Siti Djulaikah, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan website RA dan pelatihan konten, pemanfaatan tools AI untuk pembelajaran kreatif, hingga workshop mandiri pembuatan bahan ajar berbasis AI. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan evaluasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bagian dari upaya mendorong penerapan hasil workshop dalam praktik pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, penguatan kompetensi guru RA diharapkan tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, bermakna, dan berkarakter. Integrasi teknologi, pembelajaran mendalam, serta Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun fondasi pendidikan anak yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus tetap mengedepankan nilai-nilai dalam pendidikan. (dna/foto:pp)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30