Samarinda (Humas) - Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan dan pertanggungjawaban dana bantuan operasional daerah, madrasah-madrasah di lingkungan KKMTs 1 Wilayah Sungai Kunjang dan Samarinda Ulu melaksanakan kegiatan Asistensi LPJ/SPJ BOSDA Triwulan 4 yang dipusatkan di MTs Darul Ihsan pada Kamis (11/12). Kegiatan ini menjadi agenda strategis untuk memastikan setiap laporan keuangan madrasah tersusun dengan benar, transparan, dan sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku.
Hadir dalam
pelaksanaan kegiatan ini Bapak Edy Soltami, S.Ag., M.AP., selaku Kasi
Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Samarinda, yang memberikan pembinaan sekaligus
dorongan kepada seluruh bendahara dan kepala madrasah agar terus meningkatkan
tertib administrasi dalam pengelolaan BOSDA. Selain itu, hadir pula Tim
Verifikator Disdik Kota Samarinda yang bertugas melakukan asistensi langsung,
serta para Kepala Madrasah dan bendahara BOSDA dari madrasah yang tergabung
dalam KKMTs 1. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 28 orang.
Kegiatan
dimulai dengan penyampaian gambaran umum mengenai mekanisme pelaporan BOSDA,
mulai dari penyusunan LPJ dan SPJ, kelengkapan dokumen, serta format-format
yang harus dipenuhi sesuai juknis terbaru. Penjelasan ini menjadi bekal penting
bagi peserta untuk memahami kembali alur verifikasi dan standar pelaporan yang
harus dipatuhi.
Suasana
kegiatan berlangsung kondusif dan interaktif. Para peserta diberikan kesempatan
untuk melakukan konsultasi langsung mengenai laporan yang sedang disusun,
termasuk memeriksa kembali dokumen pendukung, mencocokkan data, serta
mengajukan pertanyaan terkait kendala yang mereka hadapi selama proses
penyusunan laporan di madrasah masing-masing. Tim Verifikator Disdik turut
melakukan pengecekan detail mulai dari SPJ, bukti pengeluaran, hingga
kesesuaian antara realisasi anggaran dan rencana kegiatan yang telah
direncanakan sebelumnya.
Kehadiran Kasi
Penmad juga memberikan nuansa pembinaan yang kuat. Beliau menegaskan pentingnya
tata kelola keuangan yang baik sebagai wujud tanggung jawab moral dan
administratif setiap madrasah. Melalui kegiatan ini, beliau berharap seluruh
madrasah di bawah KKMTs 1 mampu meningkatkan kualitas penyusunan laporan agar
tidak hanya memenuhi ketentuan juknis, tetapi juga mencerminkan akuntabilitas
pengelolaan dana publik yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain
pembinaan teknis, kegiatan asistensi ini juga memperkuat koordinasi antara
madrasah dan Tim Verifikator, sehingga proses pelaporan BOSDA dapat
diselesaikan dengan lebih cepat, tepat, dan minim kesalahan. Dengan adanya
asistensi langsung, madrasah mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki laporan
sebelum proses verifikasi final dilaksanakan.
Melalui
pelaksanaan Asistensi LPJ/SPJ BOSDA TW 4 ini, KKMTs 1 menunjukkan komitmen kuat
dalam mewujudkan transparansi dan profesionalisme pengelolaan dana pendidikan.
Harapannya, kegiatan ini dapat terus meningkatkan kualitas administrasi
keuangan madrasah serta mendukung kelancaran program-program pendidikan agar
lebih efektif dan tepat sasaran.
Kegiatan
ditutup dengan penyampaian tindak lanjut oleh Tim Verifikator, serta harapan
bahwa seluruh madrasah dapat segera menyelesaikan laporan tepat waktu dan
sesuai standar yang telah ditentukan. Madrasah di lingkungan KKMTs 1 optimis
bahwa pendampingan seperti ini akan terus memperkuat kapasitas bendahara dan
pimpinan madrasah dalam menyusun laporan BOSDA secara akurat dan berkualitas. (DNA/foto:PP)
