Samarinda (Humas) - Pengawas
Raudhatul Athfal (RA) wilayah Sungai Kunjang dan sekitarnya, Ibu Hamsinah,
S.Ag., S.Pd., melaksanakan kegiatan pendampingan khusus terkait penyusunan
laporan hasil pelaksanaan program, Penilaian Kinerja Kepala (PKKM), Penilaian
Kinerja Guru (PKG), serta penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta atau
Deep Learning. Kegiatan ini berlangsung di RA Darul Fata dan diikuti oleh
kepala RA serta guru-guru dari berbagai lembaga binaan di wilayah tersebut.
Kegiatan pendampingan ini menjadi
agenda penting dalam rangka memperkuat kapasitas manajerial dan profesionalitas
satuan RA. Melalui kegiatan yang terstruktur, peserta mendapatkan dukungan
langsung dari pengawas dalam menyusun laporan program yang berkualitas,
lengkap, serta sesuai standar. Laporan tersebut mencakup perencanaan program,
pelaksanaan kegiatan, capaian, evaluasi, hingga tindak lanjut yang merupakan
bagian penting dalam siklus peningkatan mutu lembaga.
Dalam pendampingan PKKM, Ibu
Hamsinah memberikan penjelasan komprehensif terkait indikator-indikator kinerja
kepala RA, seperti kepemimpinan, perencanaan, manajemen pembelajaran,
administrasi kelembagaan, dan pengembangan lingkungan belajar. Peserta juga
dibimbing dalam menata bukti fisik dan dokumen pendukung agar sesuai dengan
instrumen penilaian yang berlaku secara nasional. Hal ini sangat membantu
kepala RA dalam mempersiapkan penilaian kinerja secara lebih baik dan terarah.
Pendampingan PKG juga menjadi
bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan ini. Guru-guru diberi pemahaman
tentang bagaimana pelaksanaan PKG dilakukan secara objektif dan mendukung
pengembangan kompetensi profesional. Mereka mendapatkan arahan dalam menyusun
perangkat pembelajaran, menata portofolio, serta memperkuat praktik
pembelajaran di kelas. Melalui kegiatan ini, guru diharapkan semakin siap
melaksanakan pembelajaran yang berkualitas dan sesuai standar kompetensi
pedagogik serta profesional.
Penerapan Kurikulum Berbasis
Cinta atau Deep Learning menjadi salah satu fokus pendampingan yang memberikan
warna tersendiri. Kurikulum ini menekankan proses pembelajaran yang lebih
mendalam, penuh kasih, membangun kedekatan emosional antara guru dan peserta
didik, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Ibu Hamsinah
memberikan penguatan bagaimana guru dapat merancang pembelajaran yang
menumbuhkan nilai-nilai cinta, empati, kebaikan, dan karakter positif. Guru
juga diajak menyusun RPPH yang tidak hanya fokus pada aktivitas, tetapi juga
pada tujuan pembelajaran yang menyentuh aspek afektif dan sosial emosional
anak.
Suasana kegiatan berlangsung
interaktif, di mana peserta dapat bertanya, berdiskusi, serta mempraktikkan
langsung penyusunan laporan program dan instrumen penilaian. Para kepala RA dan
guru tampak antusias mengikuti pendampingan ini karena materi yang disampaikan
sangat relevan dengan kebutuhan mereka dalam menjalankan tugas sehari-hari di
lembaga masing-masing. Pendampingan ini juga menguatkan hubungan kerja sama
antara pengawas dan satuan RA yang selama ini menjadi kunci dalam peningkatan
mutu pendidikan anak usia dini.
Kegiatan pendampingan yang
dilaksanakan di RA Darul Fata ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan
bagi perkembangan mutu RA di wilayah Sungai Kunjang. Dengan meningkatnya
kemampuan satuan RA dalam menyusun laporan, melaksanakan PKKM dan PKG, serta
mengoptimalkan Kurikulum Berbasis Cinta, diharapkan kualitas layanan pendidikan
semakin baik dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman serta kebutuhan
peserta didik.
Melalui pendampingan yang
komprehensif ini, RA binaan di Sungai Kunjang semakin siap melaksanakan
program-program pendidikan secara profesional, sistematis, dan berorientasi
pada kesejahteraan serta perkembangan optimal anak usia dini. Kehadiran
pengawas menjadi energi baru sekaligus motivasi bagi seluruh satuan RA untuk
terus berbenah dan berinovasi demi tercapainya lembaga yang lebih berkualitas
dan berdaya saing. (DNA/foto:PP)
