Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog

Samarinda (Humas) - Pembentukan karakter peserta didik tidak hanya berlangsung melalui proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah. Pembiasaan keagamaan menjadi salah satu upaya yang dapat membangun kedisiplinan, menumbuhkan akhlak mulia, sekaligus menciptakan suasana sekolah yang religius dan mendukung perkembangan karakter generasi muda.

Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan kegiatan pembiasaan pagi di SMAN 8 Samarinda dan SMK Muhammadiyah 1 Samarinda, Jumat (25/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kota Samarinda, Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd., melakukan pemantauan terhadap kegiatan guru binaan sekaligus penguatan komitmen Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan agama Islam di sekolah.

Pemantauan dilakukan pada dua sekolah binaan, yakni SMAN 8 Samarinda dan SMK Muhammadiyah 1 Samarinda. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peran aktif Pengawas PAI dalam mengawal, mendampingi, dan membantu sekolah dalam memastikan penjaminan mutu pendidikan, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

Selain memantau pelaksanaan kegiatan guru binaan, kunjungan tersebut juga menjadi momentum bagi Baqi untuk melihat secara langsung pelaksanaan program pembiasaan keagamaan yang telah berjalan di masing-masing sekolah. Faktual di lapangan menunjukkan adanya peningkatan konsistensi dalam pelaksanaan program pembiasaan keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik.

Salah satu bentuk pembiasaan yang mendapat perhatian dalam pemantauan tersebut adalah kegiatan positif pada pagi hari yang dilaksanakan secara rutin mulai Senin hingga Jumat. Rangkaian pembiasaan tersebut meliputi pembacaan Al-Qur’an atau mengaji bersama, pelaksanaan salat Dhuha berjamaah, hingga pembacaan doa harian yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Di SMAN 8 Samarinda, para siswa tampak khusyuk berkumpul mengikuti rangkaian salat Dhuha berjamaah dan pembiasaan pagi di area sekolah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rutinitas yang dilakukan untuk membangun kebiasaan positif peserta didik sebelum memulai aktivitas pembelajaran.

Suasana serupa juga terlihat di SMK Muhammadiyah 1 Samarinda. Para peserta didik mengikuti kegiatan membaca Al-Qur’an dan doa harian bersama dengan tertib. Rangkaian pembiasaan tersebut dipimpin oleh perwakilan siswa menggunakan mikrofon serta didampingi oleh GPAI setempat.

Keterlibatan peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan juga menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter. Dengan memberikan ruang kepada siswa untuk mengambil peran dalam kegiatan pembiasaan, nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan dapat dibangun melalui pengalaman yang dilakukan secara langsung di lingkungan sekolah.

Dalam pemantauannya, Baqi Nurul Hakkurahmy mengapresiasi kebiasaan positif pagi hari yang secara konsisten dilaksanakan oleh kedua sekolah binaan. Konsistensi tersebut dinilai penting karena pembentukan karakter membutuhkan proses yang dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya melalui penyampaian materi di dalam kelas.

Baqi menegaskan bahwa program pembiasaan tersebut bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan menjadi salah satu pondasi utama dalam membina akhlak mulia dan karakter religius para siswa. Pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus diharapkan dapat membantu peserta didik mengenal, memahami, dan menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, keberhasilan program pembiasaan juga tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak di lingkungan sekolah. Pengawas PAI memiliki peran dalam melakukan pengawalan dan pendampingan, sementara GPAI menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembinaan keagamaan bersama pihak sekolah.

“Sinergi antara Pengawas PAI, Guru PAI, dan pihak sekolah menjadi kunci utama terciptanya budaya sekolah yang religius serta berkarakter positif bagi generasi muda,” demikian penegasan dalam kegiatan tersebut.

Kolaborasi tersebut menjadi penting agar program pembiasaan keagamaan dapat berjalan secara konsisten dan memiliki keberlanjutan. Dukungan sekolah, komitmen GPAI, serta pendampingan Pengawas PAI diharapkan dapat terus berjalan beriringan dalam menjaga kualitas pelaksanaan pendidikan agama Islam.

Melalui pendampingan yang intensif dari Pengawas PAI dan dedikasi GPAI di sekolah, mutu pembelajaran serta pembiasaan keagamaan Islam diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan secara berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi muda yang memiliki nilai religius dan akhlak positif dalam kehidupan sehari-hari. (dna/foto:pp)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30