Samarinda (Humas) - Dalam upaya
meningkatkan mutu pendidikan agama di satuan pendidikan, Kementerian Agama
terus melakukan langkah proaktif melalui kegiatan monitoring dan evaluasi oleh
para pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satu kegiatan tersebut
dilaksanakan oleh Pengawas PAI Kota Samarinda, Ibu Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd,
yang pada hari Kamis, 31 Juli 2025, melakukan kunjungan ke dua sekolah menengah
kejuruan, yaitu SMKN 2 Samarinda dan SMKS Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda, Kamis
(31/07).
Kegiatan monitoring ini merupakan
bagian dari program strategis pengawasan pendidikan PAI guna memastikan bahwa
proses pembelajaran, kegiatan keagamaan, serta pembentukan karakter peserta
didik berbasis nilai-nilai Islam berjalan optimal dan sesuai dengan kebijakan
serta regulasi pendidikan nasional.
Kunjungan pertama dilakukan di
SMKN 2 Samarinda, sebuah sekolah negeri dengan jumlah peserta didik yang cukup
besar, yakni sebanyak 1.561 siswa yang terdiri dari 1.441 siswa laki-laki dan
120 siswa perempuan. Dalam kunjungan ini, Ibu Baqi Nurul Hakkurahmy fokus
memantau pelaksanaan kegiatan ibadah harian siswa yang menjadi bagian penting
dalam pembentukan karakter spiritual.
Di SMKN 2, kegiatan ibadah
seperti shalat Dhuha, Zhuhur, dan Ashar telah menjadi rutinitas harian yang
wajib diikuti oleh para siswa. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata
dari pembelajaran PAI yang diarahkan tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi
juga afektif dan psikomotorik peserta didik. Dalam peninjauan tersebut,
terlihat antusiasme para siswa dalam mengikuti kegiatan ibadah, didampingi oleh
guru dan tenaga kependidikan lainnya.
Selain kegiatan ibadah harian,
Pengawas PAI juga mengamati berbagai kegiatan keagamaan lainnya, seperti
pembacaan doa sebelum dan sesudah belajar, pengajian rutin, dan kegiatan
ekstrakurikuler Islami. Ibu Baqi memberikan apresiasi atas komitmen pihak sekolah
dalam menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai ruh dalam kehidupan sekolah
sehari-hari. Ia menegaskan bahwa praktik baik seperti ini harus terus
dikembangkan sebagai fondasi kuat dalam mencetak generasi berkarakter dan
religius.
Setelah selesai di SMKN 2,
Pengawas PAI melanjutkan kegiatan monitoring ke SMKS Istiqomah Muhammadiyah 4
Samarinda, yang memiliki jumlah siswa sebanyak 566 orang. Sebagai sekolah
swasta berbasis Islam, SMKS Istiqomah Muhammadiyah 4 menunjukkan komitmen dalam
mengintegrasikan pendidikan agama dalam seluruh aspek pembelajaran dan
pembinaan peserta didik.
Dalam kunjungannya, Ibu Baqi
memantau langsung pelaksanaan kegiatan pembelajaran PAI di kelas, serta
meninjau program-program penguatan karakter islami siswa yang dilakukan melalui
kegiatan keagamaan seperti halaqah pagi, pembiasaan tilawah, dan pembinaan
akhlak.
Salah satu aspek penting dalam
kunjungan kedua sekolah ini adalah
kegiatan pendataan Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) yang belum terintegrasi
secara optimal dalam sistem aplikasi Siaga dan Emis milik Kementerian Agama.
Ibu Baqi secara langsung melakukan verifikasi data guru dan memberikan arahan
kepada pihak sekolah agar segera menyelesaikan proses input data GPAI ke dalam
dua aplikasi tersebut. Validasi data ini penting guna mendukung kebijakan
berbasis data dan peningkatan kesejahteraan serta profesionalitas GPAI ke
depan.
Ibu Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd
menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini tidak hanya bertujuan sebagai bentuk
pengawasan administratif semata, tetapi lebih dari itu, sebagai pembinaan
langsung kepada sekolah dan guru PAI agar dapat menjalankan tugasnya secara
profesional dan efektif.
"Monitoring ini merupakan
bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk memastikan bahwa pendidikan agama
Islam di sekolah-sekolah umum maupun kejuruan dapat berjalan optimal, menyentuh
aspek pembentukan akhlak dan spiritualitas siswa, serta menghasilkan lulusan
yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan
berakhlak mulia," ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi pihak
sekolah, baik SMKN 2 maupun SMKS Istiqomah Muhammadiyah 4, atas kerja keras dan
kolaborasi yang telah dilakukan dalam menjalankan program-program keagamaan
yang berdampak nyata pada karakter siswa.
Kegiatan monitoring oleh Pengawas
PAI ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi para guru PAI dan seluruh warga
sekolah untuk terus memperkuat pendidikan agama sebagai pilar penting dalam
membentuk generasi bangsa yang religius, toleran, dan cinta tanah air. (DNA/foto:PP)
