Samarinda (Humas) - Dalam upaya memperkuat implementasi kebijakan pendidikan madrasah yang berorientasi pada penguatan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Samarinda, Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd, mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Jumat hingga Senin, 05–08 Desember 2025, bertempat di Aula Kerukunan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda.
Keikutsertaan dalam kegiatan
tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas kedinasan berdasarkan Surat
Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, yang menugaskan pengawas
madrasah dan unsur pimpinan madrasah untuk mengikuti Rakor dan Bimtek sebagai
bentuk dukungan terhadap kebijakan strategis Kementerian Agama di bidang
pendidikan. Kegiatan ini diikuti oleh pengawas madrasah, kepala madrasah negeri
jenjang MI, MTs, dan MA, serta wakil kepala madrasah bidang kurikulum
se-Provinsi Kalimantan Timur.
Rakor dan Bimtek Kurikulum
Berbasis Cinta dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen Kementerian Agama
dalam menghadirkan pendidikan madrasah yang tidak hanya menekankan aspek
akademik, tetapi juga menguatkan nilai-nilai kasih sayang, moderasi beragama, toleransi,
empati, serta pembentukan karakter peserta didik. Kurikulum Berbasis Cinta
diharapkan mampu menjadi fondasi pembelajaran yang lebih humanis, inklusif, dan
relevan dengan tantangan kehidupan sosial masyarakat yang semakin kompleks.
Selama kegiatan berlangsung, para
peserta mendapatkan berbagai materi strategis, antara lain brainstorming konsep
Kurikulum Berbasis Cinta, penyusunan kurikulum madrasah, panduan kegiatan
kokurikuler, serta panduan pembelajaran dan asesmen yang selaras dengan prinsip
KBC. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, lokakarya, dan sesi
praktik, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu
mengimplementasikannya di satuan pendidikan masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, Siti
Djulaikah, S.Pd., M.Pd turut berperan aktif dalam diskusi dan workshop bersama
pengawas madrasah lainnya, seperti Dr. Suwito, M.Pd dan Drs. H. Jumian, serta
tim KKM Provinsi Kalimantan Timur. Peran aktif pengawas madrasah menjadi sangat
penting dalam menjembatani kebijakan kurikulum dengan praktik pembelajaran di
lapangan, khususnya dalam mendampingi kepala madrasah dan guru agar mampu
menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal.
Melalui Rakor dan Bimtek ini,
para peserta juga diberikan ruang untuk berbagi pengalaman, tantangan, serta
praktik baik dalam pengelolaan kurikulum madrasah. Hal ini diharapkan dapat
memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pengawas dan pimpinan madrasah dalam
membangun ekosistem pendidikan yang berkarakter, berakhlak, dan berlandaskan
nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.
Bagi Siti Djulaikah,
keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pengawas madrasah
untuk terus meningkatkan kompetensi profesional dan memperkuat peran
pendampingan terhadap madrasah binaan. Dengan pemahaman yang komprehensif
tentang Kurikulum Berbasis Cinta, diharapkan pengawas madrasah dapat mengawal
implementasi kurikulum secara berkelanjutan serta mendorong terwujudnya
pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian,
kepekaan sosial, dan sikap saling menghargai di lingkungan madrasah.
Melalui kegiatan Rakor dan Bimtek
Kurikulum Berbasis Cinta ini, Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur
menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan madrasah yang unggul,
moderat, dan humanis, dengan pengawas madrasah sebagai garda terdepan dalam
memastikan kebijakan tersebut dapat diimplementasikan secara nyata di satuan
pendidikan. (DNA/foto:PP)
