Samarinda (Humas)
- Kegiatan Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kota Samarinda kembali
digelar sebagai forum penting untuk konsolidasi, evaluasi program, serta
penguatan koordinasi antar kepala MI di seluruh Kota Samarinda. Kegiatan yang
dilaksanakan pada Kamis (11/12), ini
dipusatkan di MI Nurul Hidayah, Jl. Poros Samarinda–Bontang, Kelurahan Tanah
Merah, Kecamatan Samarinda Utara. Seluruh Kepala MI hadir sebagai peserta,
mempertegas peran KKMI sebagai wadah strategis peningkatan mutu pendidikan
dasar Islam.
Kegiatan KKMI
dipimpin langsung oleh Ketua KKMI Kota Samarinda, Tajudin, S.Pd.I., M.Pd., dan
turut didampingi oleh dua pengawas madrasah, yakni H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd.,
dan Drs. H. Muhammad Masrukin, M.Pd.I. Kehadiran para pengawas menambah bobot
pembinaan, terutama dalam memastikan penguatan tata kelola lembaga, ketertiban
administrasi, dan peningkatan mutu pembelajaran di seluruh MI.
Kegiatan
diawali dengan arahan dari Ketua KKMI yang menyampaikan beberapa isu strategis,
terutama evaluasi pelaksanaan ASAS Tahun 2025 sebagai bahan refleksi dan
perbaikan ke depan. Ia juga menyoroti tindak lanjut program kerja KKMI hasil
rapat koordinasi, serta menyampaikan rencana penting organisasi, yaitu pembentukan
panitia Bimtek KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) bagi Kepala Madrasah dan Guru MI
se-Kota Samarinda. Melalui kegiatan Bimtek yang direncanakan berlangsung pada 13–15
Januari 2026, KKMI berharap kualitas kepemimpinan kepala madrasah serta
kompetensi guru MI dapat meningkat secara signifikan.
Selanjutnya,
Pengawas Madrasah Drs. H. Muhammad Masrukin, M.Pd.I., memberikan penguatan
terkait penyusunan EDM (Evaluasi Diri Madrasah), pentingnya akurasi laporan BOSNAS
dan BOSDA, serta penekanan tentang ketertiban dalam administrasi keuangan
madrasah. Beliau menegaskan bahwa laporan yang tertib, lengkap, dan sesuai
regulasi merupakan cerminan akuntabilitas lembaga pendidikan, sekaligus
indikator penting dalam pemetaan mutu madrasah.
Sesi berikutnya
dipimpin oleh Pengawas MI, H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd., yang menyampaikan
sejumlah poin pembinaan teknis yang sangat penting untuk dipahami oleh seluruh
kepala MI. Beliau menekankan hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) ASAS, yang
menjadi gambaran pelaksanaan asesmen di masing-masing madrasah. Selain itu, ia
memberikan arahan terkait pengisian EMIS, penyusunan e-RKAM, serta ketertiban pengisian
e-KIN bagi guru PNS, yang semuanya merupakan instrumen wajib dalam pengelolaan
administrasi madrasah.
Tidak hanya
itu, Pengawas Syafrudin juga menambahkan rencana monitoring kegiatan guru
selama masa libur siswa, sebagai upaya memastikan keberlanjutan pembinaan dan
pengembangan profesionalisme guru meskipun tidak berada pada masa kegiatan
belajar mengajar. Hal ini sejalan dengan komitmen Kementerian Agama untuk
memastikan guru tetap produktif dan fokus pada peningkatan kompetensinya
sepanjang tahun.
Suasana forum
berlangsung hangat, interaktif, dan penuh antusias. Para kepala madrasah
terlihat aktif bertanya, berdiskusi, serta menyampaikan tantangan yang mereka
hadapi dalam penyelenggaraan layanan pendidikan di masing-masing lembaga.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi media pembinaan, tetapi juga menjadi ruang
kolaborasi antarmadrasah untuk saling belajar dan berbagi praktik baik.
Melalui
penyelenggaraan KKMI kali ini, tercermin kuatnya komitmen seluruh Kepala MI di
Kota Samarinda dalam memperkuat tata kelola lembaga, meningkatkan kualitas
administrasi pendidikan, serta memastikan seluruh program berjalan sesuai
pedoman dan regulasi. Pendampingan dari para pengawas, khususnya H. Syafrudin
dan H. Muhammad Masrukin, menjadi bagian penting dalam mendorong madrasah
semakin profesional, tertib administrasi, dan unggul dalam layanan pendidikan.
Kegiatan
diakhiri dengan penyampaian tindak lanjut dan rencana kerja, yang akan menjadi
acuan bagi seluruh MI di Kota Samarinda untuk terus meningkatkan mutu lembaga
masing-masing. KKMI berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi, kolaborasi,
serta menjadi pijakan kuat dalam membangun pendidikan madrasah yang semakin
berkualitas dan berdaya saing. (DNA/foto:PP)
