Samarinda
(Humas) - Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) jenjang
Madrasah Tsanawiyah Tahun Ajaran 2025/2026 di MTs DDI Tani Aman Samarinda
mendapat perhatian khusus dari Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota
Samarinda, Bapak Imran, M.Pd. Kegiatan monitoring ini dilaksanakan selama dua
hari, yakni Rabu–Kamis, 27–28 Agustus 2025, dengan tujuan memastikan jalannya
ANBK sesuai prosedur sekaligus mengevaluasi kelebihan dan kelemahan yang masih
ada di madrasah.
Sejak
pagi, suasana madrasah terlihat ramai dengan aktivitas para siswa kelas VIII
yang berjumlah 45 orang, terdiri atas 20 putra dan 25 putri, yang bersiap
mengikuti ujian. Para peserta tampak antusias, meski ada juga yang terlihat
tegang menghadapi ujian berbasis komputer ini. Kehadiran proktor, teknisi,
serta pengawas ruang ANBK yang mendampingi jalannya ujian menambah suasana
lebih tertib dan terarah.
Pengawas
Madrasah, Bapak Imran, M.Pd., bersama Kepala MTs DDI Tani Aman, dengan penuh
perhatian memantau proses demi proses. Tidak hanya sebatas memastikan
kelancaran teknis, beliau juga menyempatkan diri berdialog dengan pihak
madrasah serta memberi semangat kepada peserta didik. Menurutnya, ANBK bukan
sekadar ujian, tetapi juga instrumen penting untuk memetakan mutu pendidikan
madrasah, terutama dalam hal kompetensi literasi, numerasi, serta karakter
siswa.
Selama
dua hari pelaksanaan, ANBK terbagi menjadi tiga sesi setiap harinya, yang
semuanya berjalan secara online. Tantangan teknis seperti kestabilan jaringan
dan kesiapan perangkat komputer menjadi perhatian khusus dalam monitoring kali
ini. Namun berkat kerja sama yang baik antara proktor, teknisi, guru, dan
peserta, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan lancar.
Dalam
arahannya, Bapak Imran menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak yang
terlibat. Beliau menekankan pentingnya evaluasi pasca pelaksanaan ANBK,
sehingga kelebihan yang ada dapat dipertahankan, sementara kelemahan dapat
segera diperbaiki untuk menghadapi ujian di tahun mendatang. Beliau juga
berpesan agar madrasah terus menjaga semangat kebersamaan dan menjadikan ANBK
sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Monitoring
ANBK ini tidak hanya menjadi rutinitas pengawasan, melainkan juga wujud nyata
pendampingan agar madrasah lebih percaya diri dalam menghadapi perubahan sistem
evaluasi pendidikan. Dengan dukungan pengawas, kepala madrasah, guru, dan
tenaga teknis, diharapkan MTs DDI Tani Aman mampu melahirkan generasi madrasah
yang unggul, berdaya saing, serta berakhlak mulia.(DNA/foto:PP)
