Samarinda (Humas) – Pengawas
Madrasah Kota Samarinda, H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd., melakukan monitoring
pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Tahun 2025 tingkat
Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada Rabu, 24 September 2025. Kegiatan monitoring ini
dilakukan di dua madrasah, yakni MIN 2 Samarinda dan MI Sullamul Hidayah
Samarinda.
Dalam kunjungan tersebut, H.
Syafrudin disambut dan didampingi oleh Kepala MIN 2 Samarinda, Tajudin,
S.Pd.I., M.Pd., serta Kepala MI Sullamul Hidayah, Rahmatullah, S.Pd.I., bersama
dengan proktor dari masing-masing madrasah. Kehadiran pengawas madrasah ini
bertujuan memastikan pelaksanaan ANBK berjalan sesuai dengan ketentuan,
sekaligus memberi dukungan moral kepada pihak madrasah, guru, maupun peserta
didik yang mengikuti asesmen.
Dari hasil pemantauan, diketahui
jumlah peserta ANBK di kedua madrasah sama, yakni masing-masing berjumlah 30
orang siswa. Pelaksanaan ujian juga dilaksanakan dalam dua sesi, menyesuaikan
dengan ketersediaan perangkat komputer dan ruang ujian. Secara umum, kedua
madrasah telah memiliki ruang yang layak digunakan untuk pelaksanaan ANBK.
Namun demikian, keterbatasan
perangkat komputer masih menjadi kendala utama. Untuk menyiasati hal ini, pihak
madrasah berupaya menggunakan perangkat yang tersedia, baik berupa komputer
milik madrasah, laptop milik guru, hingga partisipasi dari orang tua siswa yang
dengan sukarela meminjamkan perangkat demi kelancaran ujian.
Kepala madrasah menyampaikan
komitmennya untuk terus berupaya menambah perangkat yang masih kurang, meskipun
dengan kondisi anggaran yang terbatas. Upaya bertahap ini diharapkan dapat
memenuhi kebutuhan perangkat di masa mendatang, sehingga pelaksanaan ANBK bisa
berjalan lebih optimal.
Pengawas madrasah, H. Syafrudin,
menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan kesungguhan seluruh pihak yang
terlibat. Menurutnya, keterlibatan guru, orang tua, dan pihak madrasah
mencerminkan semangat gotong royong dalam menyukseskan ANBK. Ia menegaskan bahwa
asesmen nasional ini bukan hanya sekadar ujian, melainkan instrumen penting
untuk memotret mutu pendidikan dan menjadi bahan evaluasi demi peningkatan
kualitas madrasah ke depan.
Kegiatan monitoring ini menjadi
bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk memastikan pelaksanaan ANBK
berjalan sesuai standar. Diharapkan, hasil asesmen yang objektif dapat
mendorong peningkatan mutu pendidikan, khususnya di madrasah Kota Samarinda. (Rey/foto:PP)
