Samarinda (Humas) - Dalam rangka meningkatkan mutu pengelolaan dan kepemimpinan madrasah secara berkelanjutan, Pengawas Madrasah H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun 2025 di MI Plus Nursittah, Kelurahan Lok Bahu, Kota Samarinda, pada Rabu (10/12). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari sistem pembinaan dan pengawasan madrasah yang dilakukan secara rutin oleh Kementerian Agama.
Sasaran penilaian pada kegiatan
PKKM tahun ini adalah Kepala MI Plus Nursittah, Ustadz Asep Syaepuddin,
S.Pd.I., MM, yang dinilai berdasarkan pelaksanaan tugas, fungsi, dan tanggung
jawabnya sebagai pimpinan madrasah selama satu tahun terakhir. PKKM
dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi kinerja kepala madrasah sekaligus sebagai
instrumen untuk memastikan bahwa seluruh program kerja madrasah berjalan sesuai
dengan visi, misi, dan standar mutu pendidikan yang telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaan PKKM, H.
Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd selaku pengawas penilai melakukan penilaian terhadap
berbagai aspek penting yang menjadi objek penilaian, yaitu Program Pengembangan
Madrasah, Program Manajerial Madrasah, Program Kewirausahaan, serta Program
Supervisi terhadap Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Setiap program
tersebut dinilai secara komprehensif melalui berbagai tahapan, mulai dari croscek
dokumen data dukung program kerja, penelaahan laporan kegiatan, hingga wawancara
langsung seputar kinerja Kepala Madrasah.
Proses penilaian berlangsung
dengan suasana yang tertib, terbuka, dan penuh keseriusan. Kepala madrasah
memaparkan berbagai capaian program yang telah dilaksanakan sepanjang tahun,
termasuk berbagai inovasi yang telah diterapkan, upaya penguatan karakter
peserta didik, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan sarana dan
prasarana madrasah. Selain itu, juga disampaikan sejumlah tantangan yang
dihadapi serta strategi yang ditempuh dalam mengatasi berbagai kendala di
lapangan.
Dalam arahannya, H. Syafrudin,
S.Pd.I., M.Pd menegaskan bahwa PKKM bukan hanya sekadar kegiatan penilaian
administratif, tetapi merupakan bagian dari proses pembinaan profesional kepala
madrasah agar mampu terus berkembang sebagai pemimpin pendidikan yang visioner,
adaptif terhadap perubahan, serta inovatif dalam mengelola madrasah. Ia juga
menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara kepala madrasah, guru, dan
tenaga kependidikan dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.
“Kepala madrasah harus mampu
menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan madrasah. Kepemimpinan yang
kuat, transparan, dan partisipatif akan berdampak langsung pada meningkatnya
mutu pembelajaran dan kepercayaan masyarakat,” ungkapnya dalam sesi pembinaan.
Menariknya, pelaksanaan PKKM kali ini berlangsung dalam suasana yang sangat istimewa dan penuh makna. Kegiatan PKKM bertepatan dengan peringatan Milad Bapak H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd ke-57 Tahun, tepat pada 10 Desember 2025. Kehadiran pengawas disambut hangat oleh Kepala MI Plus Nursittah bersama seluruh dewan guru, sehingga suasana kegiatan berlangsung dengan nuansa kekeluargaan, kebersamaan, serta penuh semangat.
Sementara itu, Ustadz Asep
Syaepuddin, S.Pd.I., MM menyampaikan rasa terima kasih atas pelaksanaan PKKM
yang telah dilakukan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana
evaluasi yang sangat penting bagi dirinya sebagai pimpinan madrasah untuk
mengetahui secara objektif kelebihan, kekurangan, serta peluang pengembangan
madrasah ke depan. Ia juga berharap melalui PKKM ini, MI Plus Nursittah dapat
semakin meningkatkan kualitas layanan pendidikan, baik dari sisi akademik
maupun pembinaan karakter peserta didik.
Melalui pelaksanaan PKKM Tahun
2025 ini, diharapkan MI Plus Nursittah Samarinda semakin mampu meningkatkan
kualitas tata kelola madrasah, profesionalisme tenaga pendidik dan
kependidikan, serta mutu proses pembelajaran. Dengan pengelolaan yang semakin
baik, MI Plus Nursittah diharapkan terus tumbuh sebagai madrasah unggulan yang
mampu melahirkan generasi berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing di masa
depan. (DNA/foto:PP)
