Samarinda (Humas) - Dalam rangka memastikan mutu pelaksanaan evaluasi pembelajaran serta peningkatan tata kelola madrasah, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Samarinda, H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd., melaksanakan kegiatan Monitoring Asesmen Sumatif Akhir Semester I sekaligus Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun 2025 di MI Nurul Hidayah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (03/12), bertempat di MI Nurul Hidayah yang beralamat di Jl. Samarinda–Bontang, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda.
Monitoring ini difokuskan pada
pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester I bagi siswa kelas 1 sampai dengan
kelas 6 dengan jumlah peserta sebanyak 145 siswa. Pelaksanaan asesmen telah
berlangsung sejak tanggal 26 November hingga 3 Desember 2025 secara tertib dan
terjadwal. Dalam pelaksanaannya, siswa kelas 1 sampai kelas 3 masih menggunakan
sistem asesmen manual berbasis kertas dan pensil, sedangkan siswa kelas 4
sampai kelas 6 telah melaksanakan asesmen berbasis digital menggunakan
perangkat Android. Perbedaan metode ini disesuaikan dengan tingkat kesiapan
peserta didik serta dukungan sarana prasarana yang tersedia di madrasah.
Tujuan utama pelaksanaan asesmen
ini adalah untuk mengukur tingkat keberhasilan proses pembelajaran selama satu
semester, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi guru dan madrasah dalam
meningkatkan kualitas pembelajaran ke depan. Dalam proses monitoring, pengawas
melakukan pengamatan langsung terhadap kesiapan soal, ketertiban pelaksanaan,
pengawasan selama ujian, serta sarana pendukung yang digunakan dalam asesmen,
baik yang berbasis manual maupun digital.
Selain melakukan monitoring
asesmen, H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd., juga melaksanakan Penilaian Kinerja
Kepala Madrasah terhadap Kepala MI Nurul Hidayah, Nasib Syafi’i, S.Pd.
Penilaian ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan penguatan manajemen
madrasah agar penyelenggaraan pendidikan berjalan secara profesional,
akuntabel, dan berkelanjutan. Ruang lingkup penilaian kinerja meliputi empat
aspek utama, yaitu Program Pengembangan Madrasah, Program Manajerial, Program
Kewirausahaan, serta Program Supervisi terhadap Tenaga Pendidik dan Tenaga
Kependidikan.
Dalam proses penilaian tersebut,
pengawas melakukan croscek dokumen data dukung program kerja yang dimiliki
madrasah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Selain
itu, juga dilakukan wawancara secara langsung dengan kepala madrasah guna
menggali informasi terkait pelaksanaan tugas kepemimpinan, strategi pengelolaan
madrasah, inovasi yang telah dilakukan, serta tantangan yang dihadapi dalam
upaya peningkatan mutu pendidikan.
Salah satu hal menarik yang
menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah adanya inovasi madrasah berupa
pendirian koperasi sekolah dengan nama “Koperasi Ceria MI Nurul Hidayah”.
Koperasi ini didirikan sebagai bagian dari penguatan program kewirausahaan madrasah
dan diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa dalam mengenal
konsep dasar ekonomi, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta memenuhi kebutuhan
siswa terhadap perlengkapan sekolah secara mudah dan terjangkau.
H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd.,
dalam keterangannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga madrasah atas
komitmen dalam menjaga ketertiban dan kualitas pelaksanaan asesmen. Ia juga
mengapresiasi kinerja Kepala Madrasah MI Nurul Hidayah beserta seluruh dewan
guru dan tenaga kependidikan atas berbagai upaya pengembangan yang telah
dilakukan. Menurutnya, pelaksanaan asesmen yang tertib serta adanya program
kewirausahaan seperti koperasi sekolah menunjukkan bahwa madrasah terus
bergerak menuju peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Melalui kegiatan monitoring dan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah ini, diharapkan MI Nurul Hidayah dapat terus meningkatkan mutu pembelajaran, penguatan manajemen, serta pengembangan karakter dan keterampilan siswa secara menyeluruh. Hasil monitoring dan penilaian ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan kinerja madrasah ke depan. (DNA/foto:PP)
