Samarinda (Humas) - Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan serta memastikan kesiapan satuan pendidikan menghadapi akreditasi tahun 2026, Pengawas Madrasah Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd melaksanakan kegiatan pendampingan melalui In House Training (IHT) Persiapan Akreditasi di MTs Al Jawahir Samarinda. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (15/4), dan menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan guna mendorong peningkatan kualitas pengelolaan madrasah secara menyeluruh.
Bertempat di lingkungan MTs Al
Jawahir yang berlokasi di Jalan Purwodadi RT 09, Kelurahan Lempake, Kecamatan
Samarinda Utara, kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur madrasah, mulai dari
Kepala Madrasah Lusiana, S.Pd, jajaran wakil kepala madrasah, dewan guru,
hingga tenaga kependidikan. Kehadiran peserta yang lengkap mencerminkan
komitmen kuat seluruh civitas madrasah dalam menyukseskan proses akreditasi
yang akan datang.
Dalam kegiatan pendampingan
tersebut, pengawas madrasah memberikan arahan strategis terkait pentingnya
akreditasi sebagai tolok ukur mutu lembaga pendidikan. Disampaikan bahwa
akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, melainkan gambaran nyata dari
kualitas layanan pendidikan, manajemen madrasah, serta capaian pembelajaran
peserta didik. Oleh karena itu, seluruh komponen madrasah diharapkan memiliki
pemahaman yang sama serta kesiapan yang matang dalam memenuhi setiap indikator
penilaian.
Pendampingan difokuskan pada
pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan yang menjadi dasar dalam proses
akreditasi. Pengawas madrasah memberikan bimbingan teknis terkait penyusunan
dokumen administrasi, pengelolaan dan penataan bukti fisik, serta strategi
penyajian data yang sistematis, akurat, dan mudah diakses. Selain itu, peserta
juga diberikan pemahaman mengenai instrumen akreditasi terbaru agar dapat
menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan IHT ini juga menjadi
forum diskusi yang aktif dan konstruktif. Para guru dan tenaga kependidikan
diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam
proses persiapan, seperti pengelolaan administrasi pembelajaran, kelengkapan
perangkat ajar, hingga penguatan sistem penjaminan mutu internal madrasah.
Melalui diskusi tersebut, pengawas madrasah memberikan solusi konkret dan
langkah-langkah strategis yang dapat segera diterapkan.
Tidak hanya menitikberatkan pada
aspek administrasi, pendampingan ini juga mendorong peningkatan kualitas proses
pembelajaran di kelas. Guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang
aktif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik sebagai bagian dari
implementasi standar proses. Selain itu, penguatan tata kelola madrasah yang
transparan dan akuntabel juga menjadi perhatian penting dalam mendukung
keberhasilan akreditasi.
Kepala MTs Al Jawahir, Lusiana,
S.Pd, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang telah diberikan. Ia
mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan motivasi sekaligus arah yang jelas
bagi seluruh tim dalam mempersiapkan akreditasi secara lebih terstruktur dan
terukur. Dengan adanya bimbingan langsung dari pengawas madrasah, pihaknya
semakin optimis dapat memenuhi seluruh indikator penilaian dengan baik.
Lebih jauh, kegiatan ini
diharapkan mampu menumbuhkan budaya mutu di lingkungan MTs Al Jawahir
Samarinda. Akreditasi tidak hanya dipandang sebagai kegiatan sesaat, tetapi
sebagai bagian dari proses berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas
pendidikan. Komitmen bersama, kerja sama tim, serta semangat untuk terus
berbenah menjadi kunci utama dalam mencapai hasil yang optimal.
Melalui pendampingan intensif
ini, MTs Al Jawahir Samarinda diharapkan dapat mempersiapkan diri secara
maksimal dalam menghadapi akreditasi tahun 2026. Dengan dukungan penuh dari
pengawas madrasah serta keterlibatan aktif seluruh civitas madrasah, diharapkan
lembaga ini mampu meraih hasil akreditasi terbaik serta terus berkembang
menjadi madrasah yang unggul, berkualitas, dan berdaya saing. (DNA/foto:PP)
