Samarinda (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru menghadapi transformasi pendidikan di era digital, MAN 2 Samarinda menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) bertajuk Peningkatan Kompetensi Guru melalui Coding, Artificial Intelligence (AI), KKA, serta Pengembangan Modul Ajar Berbasis Deep Learning dan KBC yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026 di Laboratorium Keagamaan MAN 2 Samarinda.
Pada kegiatan tersebut, Pengawas Manajerial Kantor
Kementerian Agama Kota Samarinda, Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd., dipercaya
sebagai narasumber untuk menyampaikan materi tentang Pembuatan Modul Ajar
Berbasis Artificial Intelligence (AI). Kehadiran beliau merupakan bentuk
kontribusi nyata pengawas madrasah dalam mendukung peningkatan kualitas
pembelajaran dan penguatan kompetensi digital guru madrasah.
Dalam paparannya, Siti Djulaikah menjelaskan berbagai peluang
pemanfaatan teknologi AI dalam dunia pendidikan, khususnya dalam penyusunan
modul ajar yang lebih efektif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta
didik. Guru-guru diberikan pemahaman mengenai cara memanfaatkan aplikasi
berbasis AI untuk membantu perencanaan pembelajaran, penyusunan materi,
pembuatan asesmen, hingga pengembangan media pembelajaran yang interaktif.
Kegiatan yang diikuti oleh para guru MAN 2 Samarinda ini
berlangsung secara interaktif. Peserta tidak hanya memperoleh materi teoritis,
tetapi juga mendapatkan pendampingan praktik dalam menyusun modul ajar yang
terintegrasi dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan. Melalui kegiatan
ini diharapkan para guru mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta
meningkatkan kreativitas dalam merancang pembelajaran yang bermakna.
Kepala MAN 2 Samarinda, Sapini, menyampaikan apresiasi atas
kesediaan Siti Djulaikah menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, penguatan kompetensi guru dalam bidang teknologi dan AI menjadi
salah satu langkah strategis untuk mewujudkan madrasah yang unggul, adaptif,
dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan.
Melalui kegiatan IHT ini, diharapkan lahir berbagai inovasi
pembelajaran yang mampu meningkatkan mutu pendidikan madrasah sekaligus
mendukung implementasi kurikulum yang berorientasi pada pengembangan kompetensi
abad ke-21. Kehadiran pengawas madrasah sebagai narasumber juga menunjukkan
peran strategis pengawas tidak hanya dalam pembinaan dan pengawasan, tetapi
juga sebagai fasilitator peningkatan kompetensi pendidik di lingkungan
madrasah. (dna/foto:PP)
