Samarinda (Humas) - Dalam rangka memastikan pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 berjalan dengan tertib, objektif, dan sesuai dengan ketentuan, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Tingkat SMP, Ibu Hildayani, S.Pd.I, melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di tiga satuan pendidikan, pada Kamis (04/12).
Kegiatan monev diawali di SMP
Negeri 11 Samarinda pada pukul 09.00 Wita. Kehadiran pengawas disambut hangat
oleh pihak sekolah dan guru PAI. Dalam kesempatan ini, Ibu Hildayani melakukan
pemantauan langsung terhadap suasana pelaksanaan asesmen di ruang ujian,
sekaligus meninjau kelengkapan administrasi, kesiapan soal, serta mekanisme
pengawasan selama ujian berlangsung. Ia juga berdialog dengan guru untuk
menyerap berbagai masukan serta kendala yang dihadapi di lapangan.
Dalam arahannya, Ibu Hildayani
menekankan bahwa asesmen bukan sekadar sarana mengukur aspek kognitif peserta
didik, tetapi juga harus mencerminkan pembentukan karakter, sikap, dan
spiritualitas sesuai dengan tujuan pembelajaran PAI. Ia mengapresiasi kesiapan
sekolah yang telah melaksanakan asesmen dengan tertib dan sesuai prosedur.
Monitoring kemudian berlanjut ke SMP
Negeri 27 Samarinda pada pukul 10.20 Wita. Di sekolah ini, Ibu Hildayani
kembali memastikan bahwa pelaksanaan asesmen berjalan dengan baik, mulai dari
kesiapan peserta didik, pengawasan ujian, hingga administrasi penilaian. Ia
juga memberikan penguatan kepada guru PAI agar senantiasa menjunjung tinggi
prinsip kejujuran, objektivitas, dan profesionalisme dalam menilai hasil
belajar siswa. Suasana dialog yang hangat dan terbuka menjadi ciri khas dalam
setiap sesi monev yang dilakukan.
Rangkaian kegiatan monitoring dan
evaluasi ditutup di SMP Negeri 29 Samarinda pada pukul 11.00 Wita. Selain
memantau langsung jalannya asesmen, Ibu Hildayani juga memberikan evaluasi awal
serta masukan yang membangun sebagai bahan perbaikan ke depan. Ia mengajak
seluruh pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan penilaian,
agar hasil asesmen benar-benar mencerminkan kemampuan peserta didik yang
sesungguhnya.
Secara umum, pelaksanaan Asesmen
Sumatif Ganjil di ketiga sekolah tersebut berlangsung dengan tertib, lancar,
dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kehadiran pengawas tidak hanya
berfungsi sebagai pengendali mutu, tetapi juga menjadi sarana pembinaan,
penguatan, serta motivasi bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran
PAI di sekolah.
Melalui kegiatan monitoring dan
evaluasi ini, diharapkan hasil asesmen dapat menjadi bahan refleksi yang akurat
bagi guru dan sekolah dalam merancang tindak lanjut pembelajaran, sekaligus
sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya
Pendidikan Agama Islam di Kota Samarinda. (DNA/foto:PP)
