Samarinda (Humas) — Upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi pendidikan terus diperkuat melalui penyelenggaraan Workshop Penguatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Strategi Pembelajaran, dan Inovasi Pembelajaran Digital yang berlangsung di Aula MAN 2 Kutai Kartanegara pada 29–30 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Pengawas Madrasah Kantor Kementerian
Agama Kota Samarinda, Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd., hadir sebagai narasumber
dengan menyampaikan materi mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
serta inovasi pembelajaran berbasis teknologi, meliputi koding dan Artificial
Intelligence (AI).
Kegiatan ini menjadi wadah penguatan kapasitas guru dalam
mengimplementasikan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan
kompetensi akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kasih sayang,
kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama sebagaimana semangat Kurikulum
Berbasis Cinta.
Pada kesempatan tersebut, Siti Djulaikah menekankan
pentingnya guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik,
sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Menurutnya,
pemanfaatan koding dan kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi salah satu strategi
menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan bermakna bagi
peserta didik.
Workshop yang berlangsung selama dua hari ini diharapkan
mampu memperkuat pemahaman para guru dalam mengimplementasikan Kurikulum
Berbasis Cinta sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran
digital yang efektif di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, Kementerian
Agama terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya pendidik
guna mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan adaptif terhadap perkembangan
zaman. (dna/foto:pp)
