Balikpapan (Humas) - Penyuluh Agama Katolik Kota Samarinda, Bapak Yoseph Goran Tokan, S.Fil., M.Pd, hadir mewakili Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda dalam acara pembukaan Pesta Paduan Suara Agama Katolik (Pesparani) Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Gereja Katolik Sta. Theresia Balikpapan pada Jumat malam (05/09). Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan nyata dari Kementerian Agama Kota Samarinda terhadap kegiatan kerohanian yang memperkuat iman sekaligus mempererat persaudaraan umat Katolik se-Kalimantan Timur dalam semangat persatuan dan cinta tanah air.
Acara pembukaan yang dimulai pukul 19.00 WITA diawali dengan Perayaan Misa Kudus yang dipimpin oleh Uskup Agung Keuskupan Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF, bersama Uskup Keuskupan Tanjung Selor, Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF, dan didampingi oleh 17 pastor. Suasana misa terasa sangat khidmat dan penuh makna. Dalam khotbahnya, Mgr. Yustinus menyampaikan pesan yang menyentuh hati, bahwa lomba paduan suara bukanlah sekadar ajang untuk menjadi juara, melainkan kesempatan berharga untuk memuji Tuhan dengan sukacita melalui nyanyian.
Ia juga menekankan bahwa
Pesparani menjadi ruang yang indah untuk mempererat tali silaturahmi antarumat,
memperkuat rasa persaudaraan, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
Indonesia di tengah keberagaman.
Suasana malam semakin semarak
dengan pembukaan resmi Pesparani yang ditandai dengan sambutan Gubernur
Kalimantan Timur, diwakili oleh Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum, AFF
Sembiring. Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah menegaskan bahwa Pesparani
adalah wujud nyata bagaimana nilai iman dan seni berpadu menjadi satu,
menghasilkan harmoni yang memperkuat jalinan kebersamaan masyarakat.
Acara pembukaan turut dihadiri
oleh para tokoh masyarakat, pimpinan gereja, serta para Kepala Kantor
Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur. Bapak Yoseph Goran Tokan,
dalam kapasitasnya sebagai Penyuluh Agama Katolik Kota
Samarinda, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya
kegiatan yang sarat makna ini. Kehadiran beliau mewakili Kemenag Kota Samarinda
menegaskan bahwa Pesparani bukan hanya milik umat Katolik, tetapi juga bagian
dari khazanah kehidupan beragama di Kalimantan Timur yang perlu dijaga dan
dirawat bersama.
Tahun ini, sebanyak 1.258 peserta
dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur ambil bagian dalam Pesparani.
Mereka akan menampilkan kemampuan terbaik dalam berbagai kategori lomba, mulai
dari Paduan Suara Gerejani (Paduan Suara Anak, Gregorian Remaja, OMK Campuran,
Dewasa Campuran, Dewasa Pria Gregorian, dan Dewasa Wanita), Menyanyikan Mazmur
untuk kategori Anak, Remaja, OMK, dan Dewasa, hingga Cerdas Cermat Rohani serta
Bertutur Kitab Suci. Kehadiran para peserta dengan latar belakang berbeda namun
dengan semangat yang sama, semakin menegaskan bahwa Pesparani adalah ajang
persaudaraan sekaligus pesta iman yang menghidupkan kebersamaan.
Selama tiga hari pelaksanaan,
dari tanggal 5 hingga 7 September 2025, Gereja Sta. Theresia Balikpapan menjadi
pusat sukacita umat Katolik se-Kalimantan Timur. Lantunan lagu-lagu liturgis
yang dipersembahkan dengan penuh penghayatan bukan hanya memperindah suasana
ibadah, tetapi juga mengalun sebagai doa dan pujian kepada Tuhan. Lebih jauh,
Pesparani menjadi jembatan yang mempertemukan umat dari berbagai daerah,
menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat, dan memperkuat semangat cinta
tanah air.
Melalui Pesparani ini, umat
Katolik di Kalimantan Timur diajak untuk semakin memperkokoh iman, memperluas
persaudaraan, serta membangun kebersamaan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Kehadiran para tokoh gereja, pemerintah, dan perwakilan Kementerian Agama
menjadi bukti nyata bahwa kegiatan keagamaan seperti Pesparani bukan hanya
milik umat Katolik semata, melainkan bagian dari upaya bersama menjaga
kerukunan dan persatuan bangsa. (DNA/foto:BA)
